Selasa, 24 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 256
(Foto: Istimewa)
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 atas komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur transportasi massal dan penguatan tata kelola.
Dua kategori penghargaan yang berhasil diraih Jakpro adalah Urban Mass Transportation Infrastructure Excellence Award 2026 (Kategori Korporasi) dan Transformational Leadership in Urban Infrastructure Award 2026 (Kategori Kepemimpinan).
"kerja keras insan Jakpro,"
Indonesia Top Achievements of the Year merupakan ajang tahunan yang mengkurasi perusahaan dan pemimpin terbaik di berbagai sektor. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja operasional, dampak sosial-ekonomi, serta inovasi berkelanjutan.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan pencapaian ini tidak terlepas dari transformasi internal Jakpro melalui penguatan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.
Ia menyampaikan, penghargaan di kategori kepemimpinan menegaskan bahwa visi manajemen Jakpro saat ini mampu menggerakkan inovasi di tengah kompleksitas pembangunan Jakarta sebagai kota global.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras insan Jakpro dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Capaian ini menegaskan peran Jakpro dalam mengakselerasi integrasi infrastruktur strategis menuju Jakarta kota global yang inklusif, selaras dengan visi dan mandat Gubernur DKI Jakarta untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya, Selasa (24/2).
Dewan juri ITAY 2026 memberikan penilaian tinggi terhadap kapasitas Jakpro dalam mengeksekusi proyek-proyek strategis, khususnya pengembangan LRT Jakarta.
Keberhasilan operasional LRT Jakarta Fase 1A serta progres pengembangan Fase 1B dinilai mencerminkan konsistensi Jakpro dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, terintegrasi, dan berorientasi pada pengguna.
Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator utama, antara lain penguatan tata kelola proyek dan manajemen risiko, optimalisasi aset daerah untuk keberlanjutan pembiayaan, serta kolaborasi lintas institusi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMN, dan mitra swasta.
Transformasi ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat Jakarta, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan konektivitas antarmoda.
“Transportasi massal merupakan tulang punggung kota modern, dan pembangunan infrastruktur publik membutuhkan kepemimpinan visioner serta tata kelola yang kuat,” kata Martani Huseini, salah satu anggota dewan juri.
Lebih dari sekadar operator infrastruktur, Jakpro dipandang sebagai strategic enabler dalam memenuhi indikator Jakarta sebagai Kota Global yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan perencanaan jangka panjang, integrasi transportasi publik, serta optimalisasi aset strategis kota, Jakpro memainkan peran penting dalam menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi urban yang modern dan tangguh.
Beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, LRT Jakarta juga mendukung agenda dekarbonisasi Jakarta. Secara kumulatif, pengoperasian Fase 1A dan pengembangan Fase 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Jakarta dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.