Senin, 23 Februari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 186
(Foto: Anita Karyati)
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara menggelar pelatihan Mobile Training Unit (MTU) kejuruan Tata Boga Angkatan I Tahun Anggaran 2026 di RW 03, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti 10 peserta, terdiri dari pelaku usaha, ibu rumah tangga, hingga pencari kerja.
"Memperoleh sertifikat pelatihan"
Kepala Satuan Pelaksana PPKD Jakarta Utara, Beben Moch Akbar Perkasa mengatakan, pelatihan MTU bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki kompetensi yang dapat menunjang kemandirian ekonomi.
"Pelatihan MTU tahun ini setara dengan pelatihan reguler. Peserta tidak hanya belajar praktik, tetapi juga mengikuti uji kompetensi serta berkesempatan memperoleh sertifikat pelatihan dan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," ujarnya, Senin (23/2).
Beben menjelaskan, pelatihan berlangsung selama 20 hari, mulai 10 Februari hingga 13 Maret 2026. Kemudian, dilanjutkan dengan uji kompetensi selama dua hari.
"Skema ini juga diterapkan pada seluruh kejuruan MTU lainnya," terangnya.
Beben berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Kami berharap peserta tidak berhenti sampai di sini. Teruslah berlatih, kembangkan usaha, dan manfaatkan sertifikat yang diperoleh sebagai modal untuk bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha," ungkapnya.
Instruktur Tata Boga PPKD Jakarta Utara, Kustyaningsih menuturkan, materi pelatihan mengacu pada skema pengolahan lauk pauk Nusantara.
"Peserta dilatih mengolah berbagai menu, seperti nasi uduk, mi goreng, sate bumbu rempah, hingga soto Kudus," ucapnya.
Menurutnya, peserta juga dibekali keterampilan membuat snack box, seperti risoles dan sosis solo. Bertepatan dengan bulan Ramadan, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan kue kering sebagai persiapan Idulfitri.
"Kami juga menyiapkan uji praktik memasak secara individu. Setiap peserta menggunakan satu kompor untuk membuktikan kompetensi yang telah dipelajari," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir kegiatan.
"Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat terus dikembangkan, minimal untuk kebutuhan keluarga di rumah," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga Tugu Selatan, Sri Setya (49) mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga merasa beruntung karena selain menambah keterampilan juga dapat bertukar pengalaman dengan peserta lain.
"Banyak warga yang ingin mengikuti pelatihan ini, tetapi yang terpilih hanya beberapa orang. Saya mendapat banyak teknik baru dan variasi menu, serta berencana membuka usaha sendiri," tandasnya.