Sabtu, 14 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 224
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Masih beredarnya obat ilegal serta maraknya tren penyalahgunaan obat-obatan tertentu, khususnya di kalangan generasi muda, menjadi perhatian serius yang perlu ditangani bersama.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah mendorong peran aktif masyarakat sebagai bagian dari pilar pengawasan obat dan makanan.
"Sehingga terhindar dari risiko produk ilegal,"
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Cerdas Konsumsi Obat yang Aman" di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 warga dan bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terkait keamanan obat serta bahaya penyalahgunaannya.
Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti menyampaikan, pentingnya peran masyarakat sebagai konsumen cerdas agar mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari peredaran obat maupun makanan yang mengandung bahan berbahaya atau ilegal.
“Melalui kegiatan tersebut, kami ingin masyarakat memahami pentingnya menerapkan Cek KLIK yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk, sehingga terhindar dari risiko produk ilegal maupun tidak memenuhi ketentuan,” ujar Evi, Sabtu (14/2).
Ia menegaskan, masyarakat memiliki peran sangat penting dalam memutus rantai pasok peredaran produk ilegal. Sebab itu, warga diimbau untuk melaporkan temuan produk mencurigakan melalui kanal resmi BPOM.
“Beli obat pada sarana resmi seperti toko obat berizin, apotek, rumah sakit agar terhindar dari obat ilegal atau palsu. Konsumsi sesuai aturan pakai serta simpan obat sesuai dengan cara penyimpanannya. Selain itu, jika memiliki limbah obat seperti obat kedaluwarsa atau rusak maka buang sampah obat dengan benar agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.