Jumat, 06 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 243
(Foto: Andri Widiyanto)
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menutup tahun 2025 dengan pencapaian gemilang, yakni mencatatkan angka 413 juta pelanggan atau meningkat dua kali dalam tiga tahun terakhir.
Transjakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas warga Jabodetabek dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan harian saat ini.
"Transjakarta akan terus berinovasi,"
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, perusahaan juga berhasil mencatatkan efisiensi operasional yang impresif di tengah tekanan inflasi dan kenaikan upah minimum. Subsidi per pelanggan dijaga konstan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bahkan turun 14 persen jika dibandingkan tahun 2022.
Menurutnya, keberhasilan ini karena dukungan penuh dari pemegang saham mayoritas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta merupakan buah dari transformasi fundamental.
"Kami tidak hanya mengejar ekspansi kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola, kami membuktikan bahwa layanan publik yang masif tetap bisa dikelola secara efisien dan bertanggung jawab," ujarnya, Jumat (6/2).
Welfizon menyampaikan, komitmen Transjakarta terhadap aspek keselamatan menunjukkan hasil yang konsisten dan terukur, dengan penurunan accident rate secara berkelanjutan sebesar 40 persen sejak tiga tahun terakhir. Indikator tersebut yang terus membaik dari tahun ke tahun dan mencapai titik terendah pada tahun 2025 dengan capaian skor 0,33.
Selain itu, Transjakarta terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman melalui dua pilar utama yaitu Transformasi Digital dan Armada Ramah Lingkungan. Ia menjelaskan, aplikasi seluler TJ: Transjakarta kini telah digunakan oleh 2,1 juta pengguna, menyediakan fitur pelacakan real-time dan sistem tiket digital yang inklusif.
“Mendukung target emisi nol bersih, Transjakarta kini mengoperasikan 470 unit bus listrik (tipe high deck dan low deck), menjadikannya pionir transportasi hijau di Indonesia,” katanya.
Welfizon mengatakan, Transjakarta juga resmi mengoperasikan kembali halte terdampak insiden kebakaran September, hanya dalam waktu satu minggu sejak masa perbaikan dimulai.
"Meskipun kerusakan infrastruktur usai kebakaran tergolong parah, pemulihan dapat dilakukan secara cepat melalui kolaborasi intensif antara Pemprov DKI Jakarta, seluruh jajaran SKPD, serta dukungan berbagai komunitas,” jelasnya.
Selain mengelola subsidi transportasi publik, Transjakarta juga meningkatkan kemandirian melalui pendapatan non-subsidi (Non-Fare Box). Inovasi seperti program Naming Rights, layanan bus wisata (Open Top Tour), hingga kehadiran TJ Radio dan TJ Store menjadi sumber pendapatan baru yang kreatif.
“Pada tahun 2025, pendapatan non-subsidi Transjakarta mencapai 281 miliar rupiah atau meningkat empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kinerja unggul ini mendapat pengakuan luas dengan skor Good Corporate Governance (GCG) 90,64 (Sangat Baik) serta raihan 40 penghargaan bergengsi sepanjang 2025, termasuk apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies.
"Pencapaian ini adalah manifestasi dari visi kami, Menghubungkan Kehidupan, Menemani Perjalanan. Transjakarta akan terus berinovasi untuk menjadi moda transportasi yang tidak hanya diandalkan, tapi juga dibanggakan oleh seluruh warga," tandasnya.