Transjakarta Catat 6.793 Barang Tertinggal Sepanjang 2025

Kamis, 15 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1164

Seorang penumpang sedang menanyakan barang yang tertinggal kepada petugas

(Foto: Istimewa)

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat sistem pengelolaan barang tertinggal (Lost and Found) sebagai bagian dari transformasi layanan pelanggan yang mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Environmental, Social, and Governance (ESG).

"manifestasi dari nilai akuntabilitas Transjakarta,"

Langkah ini merupakan wujud nyata akuntabilitas dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik.

Transjakarta mencatat total 6.793 barang tertinggal di seluruh ekosistem layanan sepanjang tahun operasional 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.802 barang sudah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya melalui proses verifikasi yang ketat dan transparan.

Berdasarkan data operasional, titik dengan intensitas temuan barang tertinggi berada pada layanan BRT Koridor 1 (Blok M - Kota) dan Halte Integrasi CSW, yang merupakan titik mobilisasi utama pelanggan di Jakarta.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi mengatakan, penguatan sistem Lost and Found bukan sekadar prosedur operasional rutin, melainkan komitmen dalam melindungi hak-hak pelanggan. Ia menyampaikan, pengelolaan barang tertinggal dilakukan secara sistematis, digital, dan berbasis prosedur yang jelas.

“Hal ini merupakan manifestasi dari nilai akuntabilitas Transjakarta. Kami ingin memastikan bahwa setiap barang milik pelanggan dikelola dengan standar integritas tinggi, memberikan kepastian serta perlindungan bagi masyarakat yang menggunakan jasa kami," ujarnya, Kamis (15/1).

Tjahyadi menjelaskan, Transjakarta memberlakukan aturan masa simpan barang sebagai bagian dari kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan. Barang temuan yang tidak diambil oleh pemiliknya dalam jangka waktu 90 hari kerja akan diproses lebih lanjut, baik melalui pemusnahan maupun dihibahkan untuk kepentingan sosial, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Langkah hibah ini juga selaras dengan pilar ESG, di mana barang-barang yang masih layak pakai dapat memberikan manfaat sosial bagi komunitas yang membutuhkan, alih-alih menjadi limbah yang tidak terkelola,” katanya.

Transjakarta senantiasa mengimbau pelanggan untuk tetap waspada dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan bus atau halte. Bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang, dapat segera melapor kepada petugas di lapangan atau menghubungi kanal resmi Customer Care Transjakarta.

“Melalui penguatan layanan ini, Transjakarta berkomitmen untuk menghadirkan transportasi publik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga menjadi teladan dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Mobil Layanan Transjakarta Care

Transjakarta Sampaikan Keprihatinan Mendalam dan Evaluasi Total Layanan Transcare

Rabu, 14 Januari 2026 1398

Layanan Transjakarta Care

Transjakarta Evaluasi Layanan Transjakarta Care Usai Insiden di Dekat Halte CSW

Selasa, 13 Januari 2026 1306

Tiang-tiang monorel yang terbengkalai di HR Rasuna Said

Pemprov DKI Utamakan Penataan Kota Berkelanjutan

Minggu, 11 Januari 2026 1225

BERITA POPULER
Perlintasan kereta dok 1

Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

Kamis, 16 Juli 2026 2073

IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 883

Kebakaran pondok bambu

Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

Senin, 20 Juli 2026 769

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 948

Dishub lalin jpo tendean tiyo2

Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

Jumat, 17 Juli 2026 1048

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks