Kamis, 05 Februari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 107
(Foto: Istimewa)
Menjelang peringatan lima abad Jakarta, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Pameran Instalasi Seni Kontemporer Crimson Gilt di Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara. Pameran hasil kolaborasi dengan Kedutaan Besar Belanda tersebut berlangsung mulai 7 Februari hingga 7 April 2026.
"Jakarta dalam jaringan maritim dunia"
Pameran Crimson Gilt secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan. Dalam sambutannya, Fredy menyampaikan, sejarah Jakarta sebagai kota pelabuhan tidak dapat dilepaskan dari kolonialisme serta jaringan maritim global.
Fredy menjelaskan, kehadiran Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada awal abad ke-17 menegaskan posisi nusantara, khususnya Sunda Kelapa, sebagai pusat perdagangan dan kekuasaan kolonial pada masanya.
Tema Crimson Gilt merepresentasikan sejarah tersebut melalui simbol warna emas yang melambangkan kemakmuran dan warna merah sebagai memori kolonial.
Museum Bahari dipilih sebagai lokasi pameran karena merupakan bekas gudang VOC sekaligus saksi aktivitas maritim kolonial di kawasan Sunda Kelapa.
"Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan sejarah, identitas, serta posisi Jakarta dalam jaringan maritim dunia," ujarnya, Kamis (5/2).
Fredy mengapresiasi Kedutaan Besar Belanda serta seniman Vincent Ruijters atas karya yang dinilainya inspiratif dalam membingkai memori kolektif sejarah maritim Jakarta.
"Kami berharap pameran ini dapat menarik banyak pengunjung dan memperkuat ketertarikan publik terhadap sejarah maritim bersama," terangnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Retno Setiowati menambahkan, pameran ini menghubungkan Museum Bahari Jakarta dengan Hirado Dutch Trading Post di Jepang serta Het Scheepvaartmuseum Amsterdam di Belanda.
"Setelah diselenggarakan di Jakarta, pameran tersebut direncanakan akan ditampilkan di Museum Maritim Nasional Amsterdam pada September 2026," bebernya.
Menurutnya, pameran ini menempatkan Jakarta sebagai simpul penting dalam narasi sejarah maritim dunia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju Hari Ulang Tahun ke-500 Jakarta.
"Semoga pameran ini dapat menjadi sumber inspirasi dalam memaknai perjalanan bangsa Indonesia serta memperkuat peran museum sebagai ruang dialog global dan diplomasi budaya," imbuhnya.
Sementara itu, Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Belanda, Adriaan Palm mengatakan, kolaborasi ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui diplomasi budaya dan sejarah maritim.
Ia juga mengapresiasi peran aktif Museum Bahari Jakarta dalam menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Belanda.
"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masa depan masyarakat Indonesia dan Belanda," tandasnya.