Dinas KPKP Diminta Tindak Lanjuti Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung

Rabu, 04 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 698

Ikan sapusapu dinaslh ist

(Foto: Istimewa)

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) untuk menindaklanjuti maraknya fenomena ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung.

Uus menilai, dominasi ikan sapu-sapu di aliran Ciliwung diduga berkaitan dengan persoalan limbah. Sebab itu, ia menegaskan perlunya koordinasi lintas perangkat daerah untuk menangani persoalan tersebut secara serius.

"Ini perlu ditindaklanjuti,"

“Nanti bisa disampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Ikan sapu-sapu biasanya muncul di sungai yang bermasalah dengan limbah. Ini perlu ditindaklanjuti,” ujar Uus, Rabu (4/2).

Ia menekankan, langkah tersebut penting untuk memastikan keamanan masyarakat, khususnya terkait konsumsi ikan dari perairan sungai. Menurutnya, Dinas KPKP akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan agar masyarakat Jakarta merasa aman.

Lebih lanjut, Uus juga meminta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI untuk menindaklanjuti keterlibatan warga yang selama ini membantu melakukan intervensi populasi ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung.

Ke depan, pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan ikan sapu-sapu diharapkan dapat berkolaborasi guna menjaga kelestarian lingkungan sungai.

“Nanti saya minta KPKP untuk mengecek langsung ke lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI melalui Dinas KPKP menegaskan bahwa ikan sapu-sapu hasil tangkapan liar dari Sungai Ciliwung tidak layak dikonsumsi. Hal ini disebabkan tingginya risiko kontaminasi logam berat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium, serta cemaran bakteri E.coli.

Meski secara biologis ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi jika dibudidayakan secara terkontrol, ikan yang hidup di sungai tercemar tidak melalui pengawasan mutu dan keamanan pangan. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti mikroplastik hingga limbah industri dalam tubuh ikan berpotensi menimbulkan keracunan kronis dan gangguan kesehatan serius apabila dikonsumsi secara rutin.

BERITA TERKAIT
Kelurahan Setu Panen Lele dan Timun Jepang

Jajaran Kelurahan Setu Panen Lele dan Timun Jepang

Rabu, 19 Februari 2025 1121

Normalisasi Kali Cakung Lama dan Ciliwung Jadi Prioritas

Normalisasi Kali Cakung Lama dan Ciliwung Jadi Prioritas

Kamis, 29 Januari 2026 628

 40 Kilogram Ikan Lele Dipanen dari Keramba Merah Putih

40 Kilogram Lele Dipanen di Keramba Merah Putih Semper Timur

Jumat, 09 Januari 2026 897

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2614

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2601

Taman Lapangan Banteng doc

Pemprov DKI Bakal Gelar Halalbihalal di Lapangan Banteng

Sabtu, 21 Maret 2026 1086

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1827

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1454

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks