Selasa, 03 Februari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 185
(Foto: Nurito)
Sebanyak 20 usulan dibahas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Camat Makasar, Dimas Prayudi.
"Diperlukan solusi"
Musrenbang dihadiri para ketua RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pimpinan unit teknis terkait. Selain itu, Karang Taruna dan kader PKK juga turut hadir.
Lurah Pinang Ranti, Nani Yuslina mengatakan, seluruh usulan yang dibahas dalam Musrenbang tersebut merupakan kebutuhan pembangunan fisik.
Usulan didominasi terkait Suku Dinas Bina Marga sebanyak 12 usulan, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) lima usulan, Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman satu usulan, serta Suku Dinas Perhubungan dua usulan.
"Dua puluh usulan yang dibahas hari ini merupakan hasil seleksi dari pra-Musrenbang yang dilaksanakan pada pekan lalu," ujarnya, Selasa (3/2).
Terkait usulan warga RW 02, Nani mengakui adanya kendala berupa lahan milik yayasan yang bukan merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut menjadi hambatan utama dalam merealisasikan pembangunan, meskipun kebutuhan warga dinilai sangat mendesak.
"Agar usulan tersebut dapat direalisasikan, diperlukan solusi berupa surat hibah lahan atau dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak ketiga," terangnya.
Sementara itu, Ketua RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Bambang Triwidodo mengusulkan pembangunan saluran air sepanjang 1,5 kilometer serta perbaikan Jalan Asem Nirbaya.
Menurutnya, usulan tersebut telah diajukan selama bertahun-tahun, namun belum terealisasi karena terkendala status lahan akses menuju permukiman warga yang diklaim milik yayasan.
"Akibat belum adanya saluran air, permukiman warga kerap tergenang setiap musim hujan," bebernya.
Ia menambahkan, genangan yang terjadi secara berulang turut menyebabkan kerusakan jalan. Untuk itu, warga juga mengusulkan perbaikan jalan agar pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara merata.
"Jumlah warga di RW 02 hampir 6.000 Kepala Keluarga. Kami sangat membutuhkan pembangunan jalan dan saluran air," tandasnya.