Rabu, 28 Januari 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 239
(Foto: Istimewa)
Sebanyak 172 JakOfficer atau fasilitator pendamping usaha mikro kecil menengah (UMKM), diedukasi tentang persyaratan keamanan pangan dan perizinan berusaha.
"Mendukung terciptanya UMKM pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing,"
Kegiatan yang digagas Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) di Jakarta dikemas secara online melalui program Sharing Edukasi melalui Layar (Selayar) Jakarta dengan tema "Fasilitasi UMKM dan Izin Edar Pangan Olahan bagi JakOfficer".
Ketua Tim Fasilitator UMKM BBPOM di Jakarta, Rini Asri mengatakan, JakOfficer atau fasilitator pendamping UMKM merupakan garda terdepan untuk memfasilitasi pelaku usaha pangan agar mampu memenuhi persyaratan keamanan pangan dan perizinan berusaha.
Menurutnya, para pendamping UMKM ini memiliki peran kunci dalam menjembatani kebijakan dan praktik di lapangan.
"Diharapkan pemahaman terkait mekanisme perizinan, standar keamanan pangan, serta strategi pendampingan UMKM dapat semakin seragam dan berkualitas," ujar Rini Asri seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu (28/1).
Ia mengungkapkan, fasilitasi UMKM tidak sekadar berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pemahaman regulasi. Khususnya, terkait alur proses fasilitasi, pengajuan izin edar BPOM dan pemenuhan komitmen Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
"Pendamping yang kompeten akan mempercepat proses UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing produk pangan lokal," ungkapnya.
Melalui webinar Selayar Jakarta, lanjut Rini, pihaknya terus berupaya memperkuat kapasitas sumber daya pendamping UMKM secara inklusif, serta adaftif terhadap perkembangan digital.
"Diharapkan mereka mampu mendukung terciptanya UMKM pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing," tandasnya.