BBPOM Jakarta Kampanyekan Cegah Resistensi Antimikroba

Kamis, 26 Juni 2025 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 1493

BBPOM Jakarta Kampanyekan Cegah Resistensi Antimikroba

(Foto: Folmer)

Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) di Jakarta, menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara daring melalui forum "Selayar Jakarta atau Sosialisasi Edukasi Obat dan Makanan Lewat Layar untuk Masyarakat Jakarta).

"AMR menimbulkan ancaman kesehatan global yang signifikan bagi populasi di dunia."

Sosialisasi mengangkat tema, "Resistensi Antimikroba: Bahaya Nyata, Saatnya Cegah Bersama" diikuti puluhan peserta dari organisasi masyarakat dan keagamaan, kader keamanan pangan, lintas sektor pemerintahan serta warga.

Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, resistensi antimikroba (AMR) menjadi tantangan global yang nyata dan terus meningkat, termasuk di Indonesia. Isu kesehatan ini menjadi perhatian banyak pihak termasuk WHO.

"AMR menimbulkan ancaman kesehatan global yang signifikan bagi populasi di dunia. Diperkirakan, resistensi antimikroba ini secara langsung bertanggung jawab atas 1,27 juta kematian global pada tahun 2019 dan berkontribusi terhadap 4,95 juta kematian,' ujar Sofiyani Chandrawati Anwar seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6).

Selain kematian dan kecacatan, lanjut Sofiyani, AMR juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Bank Dunia memperkirakan AMR mengakibatkan peningkatan biaya perawatan kesehatan sebesar 1 triliun Dolar AS pada 2050, serta  kerugian sebesar 1 hingga 3,4 triliun Dolar AS dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun pada 2030 nanti.  

Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menekan laju resistensi antimikroba, terutama melalui edukasi dan perubahan perilaku penggunaan obat.

"Penggunaan antimikroba secara sembarangan dapat mempercepat munculnya mikroba kebal obat. Jika ini terus dibiarkan, pengobatan penyakit infeksi akan semakin sulit, biaya kesehatan meningkat, dan risiko kematian bertambah," jelasnya.

Ia memaparkan, pihaknya saat menggelar sosialisasi ini menyajikan data dan fakta terkini seputar tren resistensi mikroba di Indonesia, penyebab utama dan dampaknya bagi kesehatan serta langkah konkret untuk mencegah.

"Kami mengajak peserta menerapkan prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar, sebagai langkah penting yang dilakukan sehari-hari," paparnya.

Ia berharap, kegiatan sosialisasi mampu mendorong peran aktif masyarakat, lintas sektor dan komunitas untuk memutus rantai penyebaran resistensi antimikroba.

"Melalui edukasi yang tepat dan perilaku penggunaan obat yang bijak, diharapkan mampu memperbaiki perilaku masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan sehingga ancaman resistensi antimikroba dapat ditekan demi masa depan generasi yang lebih sehat dan terlindungi," tandasnya.  

BERITA TERKAIT
BBPOM Jakarta Bangun Komunitas Sekolah Peduli Pangan Aman

BBPOM Bangun Komunitas Sekolah dan Madrasah Peduli Pangan Aman di Jaktim

Selasa, 24 Juni 2025 1401

Perumda Pasar Jaya dan BBPOM Sepakat Revitalisasi Pasar Obat Pramuka

Perumda Pasar Jaya dan BBPOM Sepakat Revitalisasi Pasar Obat Pramuka

Rabu, 11 Juni 2025 1623

Wali Kota Jakpus Terima Kunjungan Kerja Bupati Wajo

200 Warga Jakpus Diedukasi Memilih Obat Aman

Rabu, 18 Juni 2025 648

BBPOM Jakarta Gelar Minum Jamu Bersama 30 Warga Malaka Sari

Warga Malakasari Diedukasi Manfaat Jamu

Selasa, 27 Mei 2025 844

BBPOM di Jakarta Edukasi 600 Jak Officer

BBPOM di Jakarta Edukasi 600 Jak Officer

Kamis, 29 Mei 2025 1103

BERITA POPULER
IMG 20260516 WA0000

Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

Sabtu, 16 Mei 2026 6300

Pelantikan eselon 3 dan 4 rezap ilus

Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

Rabu, 20 Mei 2026 1562

Pramono Raperda Kawasan

Pramono Dorong Target Net Zero Emission

Jumat, 22 Mei 2026 881

Pemeriksaan kesehatan otoy

Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

Senin, 18 Mei 2026 1920

IMG 20260518 WA0123

Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

Senin, 18 Mei 2026 1794

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks