Komisi C Bahas Evaluasi Kinerja Pemungutan Retribusi Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 442

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi C bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membahas capaian realisasi retribusi sepanjang 2025 sekaligus menetapkan target 2026.

"Rata-rata target tercapai,"

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail mengatakan, evaluasi dilakukan terhadap sejumlah OPD yang memiliki kewenangan dalam pemungutan retribusi. Secara umum, ia menilai, kinerja retribusi pada 2025 tergolong baik, bahkan beberapa OPD mampu mencatatkan realisasi yang melampaui target secara signifikan.

“Rata-rata target tercapai, bahkan ada yang capaiannya cukup fantastis. Di satu sisi tentu kita apresiasi, tetapi di sisi lain ini menjadi bahan pencermatan kami, apakah target yang ditetapkan sebelumnya sudah tepat atau justru terlalu rendah,” ujar Ismail, Rabu (28/1).

Dikatakan Ismail, capaian yang berlipat ganda menunjukkan masih adanya potensi retribusi yang dapat dioptimalkan. Sebab itu, pihaknya mendorong agar penetapan target ke depan dapat ditingkatkan dengan perhitungan yang lebih akurat dan realistis.

Menurut Ismail, salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan pengelompokan atau klasterisasi OPD pemungut retribusi berdasarkan karakteristik masing-masing.

“Kita melihat ada OPD yang unggul dari sisi persentase, tetapi secara nominal tidak terlalu besar. Sebaliknya, ada yang persentasenya tidak terlalu tinggi, namun secara nominal cukup signifikan hingga ratusan miliar rupiah. Ini menunjukkan perbedaan karakteristik, sehingga pendekatan dan penanganannya juga harus disesuaikan,” jelasnya.

Ismail memaparkan, berdasarkan capaian persentase tertinggi, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) menempati peringkat pertama dengan realisasi 285 persen. Posisi berikutnya ditempati Dinas Kebudayaan (Disbud) sebesar 145,6 persen, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) 141 persen, serta Dinas Bina Marga.

Di sisi lain, jika dilihat dari sisi nominal, capaian retribusi terbesar diraih Dinas Kesehatan (Dinkes), disusul Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), DPRKP, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Komisi C DPRD DKI, lanjut Ismail, mengapresiasi OPD yang telah mencapai dan melampaui target retribusi. Namun, pihaknya juga memberikan catatan khusus bagi dinas yang realisasinya masih rendah agar mendapatkan pendampingan dan perlakuan khusus sesuai dengan karakteristiknya.

“OPD yang persentase capaiannya masih rendah perlu pendampingan khusus. Sementara OPD yang memiliki potensi besar juga harus dimaksimalkan agar dapat menutup capaian dari dinas-dinas lain yang belum optimal,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Komisi C DPRD DKI Jakarta menggelar rapat evaluasi bersama Perumda Pasar Jaya, Selasa (13/1)

Komisi C Bahas Revitalisasi Pasar Bersama Pasar Jaya

Rabu, 14 Januari 2026 502

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya

Komisi C Dukung PAL Jaya Miliki Fasilitas Pengolahan Limbah B3

Rabu, 29 Oktober 2025 646

Sudin SDA Jakarta Selatan mengeruk lumpur Kali Krukut

Legislator Dukung Normalisasi Kali untuk Tangani Persoalan Banjir

Senin, 26 Januari 2026 399

Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

Kamis, 22 Januari 2026 470

BERITA POPULER
Minyak jelantah ppsu jelambar budi

PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

Rabu, 01 April 2026 1693

IMG 20260401 WA0119

DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

Rabu, 01 April 2026 1046

Ondel ondel jati

Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

Jumat, 03 April 2026 775

Terminal kampung rambutan nurito (1)

Penumpang Bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan Meningkat

Jumat, 03 April 2026 701

Pramono jenguk siswa keracunan mbg rezap

Pramono Pastikan Perawatan Puluhan Siswa Korban MBG Tertangani Baik

Sabtu, 04 April 2026 537

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks