Jumat, 23 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Andry 241
(Foto: Andri Widiyanto)
Hari pertama sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SDN Srengseng Sawah 01, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan berlangsung efektif.
"Kami sudah melaksanakan PJJ secara daring,"
Kepala SDN Srengseng Sawah 01, Zainuddin mengatakan, PJJ hari ini dilakukan berdasarkan Dinas Pendidikan DKI melalui Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026 dan mengacu pada SE Sekdaprov DKI Nomor 2/SE/2026 Tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel Karena Cuaca Ekstrem dan Memerhatikan Prediksi Cuaca.
"Hari ini, kami sudah melaksanakan PJJ secara daring (online). Dari total 31 tenaga pendidik kami, empat orang melaksanakan Work From Home (WFH) karena kendala jarak jauh dan faktor cuaca. Sementara sisanya tetap berada di sekolah," ujarnya, Jumat (23/1).
Zainuddin menjelaskan, ada 20 rombongan belajar (rombel) dengan total 636 siswa sedang melaksanakan PJJ. Berdasarkan laporan, tingkat partisipasi mencapai hampir 100 persen. Hanya sekitar 14 siswa yang belum bisa mengakses pembelajaran dikarenakan kendala perangkat komunikasi atau telepon seluler.
Menurutnya, secara umum, proses PJJ berjalan lancar. Biasanya setiap Jumat, sekolah mengadakan kegiatan Kultum dan Salat Dhuha berjamaah. Namun hari ini kegiatan tersebut ditiadakan dan anak-anak belajar dari rumah.
"Kami sudah infokan semuanya kepada orang tua siswa. Namun, tadi ada sekitar tiga siswa yang sempat datang ke sekolah karena mungkin belum membaca informasi dan sudah kami arahkan kembali ke rumah," bebernya.
Ia menuturkan, meski menurut imbauan pemerintah PJJ ini berlaku mulai hari ini hingga Rabu (28/1), proses pelaksanaan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa sesuai jadwal mata pelajaran. Tugas-tugas pun diberikan melalui proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang terkontrol hasilnya.
"Alhamdulillah, untuk mendukung kelancaran KBM, di sekolah ini fasilitas cukup memadai. Kami sudah memiliki smart TV, laptop dan Chromebook. Koneksi internet kami juga sudah mencapai 100 Mbps," jelasnya.
Ia berharap, agar kondisi cuaca ekstrem ini segera membaik, sehingga tenaga pendidik dan peserta didik bisa kembali melaksanakan pembelajaran normal secara tatap muka.
"Semoga seluruh siswa, orang tua, dan masyarakat selalu dalam perlindungan Allah dan dijauhkan dari bencana. Kami juga berharap PJJ ini tidak mengurangi makna dan kualitas KBM, sehingga hasilnya tetap optimal layaknya pembelajaran tatap muka," imbuhnya.
Sementara itu, Camat Jagakarsa, Satia menambahkan, hari ini seluruh jajarannya dipastikan turun ke lokasi genangan ataupun sekolah-sekolah yang sedang PJJ. Hal tersebut untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan baik.
"Tadi saya meninjau ke sejumlah sekolah, semua berjalan baik. Jadi saya juga minta kepada peserta didik untuk belajar dengan baik, tidak keluar rumah di saat cuaca sedang tidak baik-baik saja," tandasnya.