Kamis, 15 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 204
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 15 kilogram Pakcoy berhasil dipanen di area urban farming Rooftop Masjid At-Taufiq, RW 17, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
"Ketahanan pangan"
Lurah Palmerah, Zaenal Ngaripin mengatakan, Kelompok Tani (Poktan) Masjid At-Taufiq telah membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan pangan yang sehat dan bernilai.
"Saya mengapresiasi kinerja Poktan At-Taufiq yang mampu menjadi contoh pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan secara produktif dan ramah lingkungan," ujarnya, Kamis (15/1).
Zaenal menjelaskan, selain menanam Pakcoy, Poktan At-Taufiq juga mengembangkan berbagai jenis tanaman dengan media hidroponik serta membudidayakan ikan melalui sistem akuaponik. Sistem ini mengintegrasikan pertanian dan perikanan dalam satu siklus yang berkelanjutan.
"Saya sampaikan kepada mereka, karena ini merupakan binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Barat, apabila ada kekurangan bibit atau benih dapat menghubungi kelurahan atau Sudin terkait," terangnya.
Sementara itu, Ketua Poktan At-Taufiq, Ahmad Djazuli menuturkan, hasil panen 15 kilogram Pakcoy tersebut merupakan buah dari kerja sama dan semangat seluruh anggota Poktan, serta dukungan dari berbagai pihak.
"Untuk hasil panen hari ini, sebagian akan kami jual kepada warga, dan sebagian lainnya akan dibagikan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita maupun warga yang membutuhkan," ucapnya.
Ia menegaskan komitmen menjadikan urban farming tidak hanya sebagai kegiatan bercocok tanam, tetapi juga sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat.
"Kami ingin urban farming menjadi sarana pemberdayaan warga. Hasil panen ini membuktikan bahwa kebersamaan dan pendampingan yang tepat dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat," tandasnya.