Jumat, 09 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 309
(Foto: Andri Widiyanto)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin memimpin pelaksanaan panen anggur di kebun milik warga RT 01/13, Perumahan Taman Buaran Indah, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung. Sebanyak 10 kilogram anggur berhasil dipanen.
"Kebun anggur ini menjadi contoh positif"
Munjirin mengapresiasi inisiatif warga yang memanfaatkan lahan kosong di lingkungan perumahan menjadi kebun produktif. Lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini berubah menjadi taman hijau yang ditanami berbagai jenis anggur.
"Kebun anggur ini menjadi contoh positif bagi lingkungan permukiman di Jakarta Timur. Lahan kosong di sekitar perumahan dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan nilai tambah," ujarnya, Jumat (9/1).
Munjirin juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan kosong yang tidak terpakai melalui kegiatan bercocok tanam. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya penghijauan lingkungan serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.
"Hari ini jenis anggur yang dipanen antara lain Jupiter, Transfiguration, Tamaki, dan Adora," terangnya.
Sementara itu, pengelola Kebun Anggur Perumahan Taman Buaran Indah, Harismawati Syarifah menjelaskan, tanaman anggur dengan berbagai varietas tersebut telah ditanam sejak tiga tahun lalu.
"Sepanjang tahun 2025, kebun anggur ini telah beberapa kali melakukan panen.
Setiap ada tamu yang berkunjung, anggur ini menjadi salah satu hidangan, bahkan sering dijadikan oleh-oleh," bebernya.
Ia menuturkan, anggur jenis Adora menjadi varietas unggulan karena memiliki daging buah yang tebal, tidak berbiji, dan tetap manis meskipun telah dipanen dan disimpan beberapa waktu.
"Hasil panen selalu kami bagikan kepada warga. Bahkan, warga yang ingin memetik dan langsung mengonsumsinya juga dipersilakan. Kami memang tidak menjual hasil panen ini karena murni sebagai hobi bercocok tanam," imbuhnya.
Harismawati mengaku awalnya tertarik menanam anggur setelah sering diajak suaminya berkeliling kota dan melihat banyak rekannya yang melakukan budi daya.
"Meskipun sempat mengalami kegagalan, saya tetap berupaya mencoba hingga akhirnya berhasil mengembangkan kebun anggur produktif," tandasnya.