Rabu, 14 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 185
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memastikan seluruh peralatan penanganan banjir, mulai dari pompa permanen (stasioner), pompa bergerak (mobile), hingga pompa apung, dalam kondisi berfungsi dengan baik dan siap digunakan.
"Mengatasi persoalan genangan"
Iin mengatakan, secara umum seluruh pompa yang ada di wilayah Jakarta Barat telah beroperasi secara maksimal, baik pompa yang berada di rumah pompa maupun pompa mobile yang ditempatkan di setiap wilayah rawan genangan.
"Pompa-pompa di Jakarta Barat sudah berfungsi dengan optimal. Baik yang ada di rumah pompa maupun pompa mobile yang tersedia di wilayah rawan genangan,” ujarnya, Rabu (14/1).
Ia mencontohkan, saat terjadi genangan di Kelurahan Rawa Buaya beberapa hari lalu, air berhasil dipompa dan dialirkan ke Kali Mookervart.
"Kondisi langsung perlahan surut, meskipun memang membutuhkan waktu karena debit air kiriman dari hulu masih cukup besar," terangnya.
Menurutnya, banjir yang sempat melanda sejumlah permukiman warga di Jakarta Barat disebabkan oleh intensitas hujan lokal yang berlangsung cukup lama hingga beberapa kali, seperti Kali Mookervart dan Kali Semongol juga meluap.
"Saya minta semua pihak meningkatkan kesadaran dan berperan aktif dalam mengatasi persoalan genangan di Jakarta Barat, baik lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Purwanti menjelaskan, selain memastikan fungsi pompa berjalan optimal, pihaknya juga mengupayakan agar seluruh kolam olakan di sepanjang aliran kali berada dalam kondisi kosong.
"Selagi belum turun hujan, kolam olakan kami kosongkan agar saat hujan datang kolam tersebut siap menampung air. Kami berharap tidak terjadi air pasang maupun kiriman air besar dari hulu," ucapnya.
Purwanti menambahkan, di Jakarta Barat terdapat 49 rumah pompa dengan total sekitar 150 unit pompa yang saat ini seluruhnya siap dioperasikan.
Kemudian, terdapat 70 unit pompa mobile atau trailer yang telah disebar di titik-titik rawan genangan, seperti di Kelurahan Rawa Buaya dan wilayah lainnya.
"Untuk pompa apung, kami memiliki 60 unit yang juga sudah disebar ke setiap kecamatan. Sehingga, saat hujan turun, masing-masing kecamatan dapat langsung melakukan penyedotan air menggunakan pompa apung," tandasnya.