Senin, 12 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 369
(Foto: Nugroho Sejati)
Curah hujan yang tinggi hingga ekstrem pada Senin (12/1/) pagi membuat sejumlah titik wilayah di lima kota administrasi Jakarta tergenang.
"Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan,"
Curah hujan ekstrem umumnya terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 13.00 WIB, curah hujan ekstrem menyentuh angka 198mm/hari di kawasan Kelurahan Kamal, Jakarta Utara.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan pompa stasioner dan pompa mobile di lokasi-lokasi terdampak sebagai langkah mitigasi banjir.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Hendri mengatakan, terdapat sebanyak 612 unit pompa stasioner di 211 lokasi dan 590 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta.
“Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner,” ujarnya, Senin (12/1).
Selain itu, Satgas Pasukan Biru turut diterjunkan ke lokasi genangan untuk membersihkan tali air agar drainase dan pompa pengendali banjir dapat berfungsi optimal.
“Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak,” katanya.
Sebagai informasi, wilayah Jakarta Utara lainnya yang mengalami curah hujan ekstrem di antaranya sebagai berikut:
- Kelurahan Koja, dengan angka 186mm/hari.
- Ancol Flusing, dengan angka 178mm/hari.
- Pintu Air Marina, Ancol, di angka 171mm/hari.
- Rumah Pompa Waduk Pluit, di angka 161mm/hari.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain mengalami curah hujan sangat lebat di atas 100mm/hari, di antaranya sebagai berikut:
- Kali Duri, Jakarta Barat di angka 130mm/hari.
- Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara 124 mm/hari.
- Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara 116mm/hari.
- Kawasan Yos Sudarso 114mm/hari.
- Kelurahan Kelapa Gading Timur, 106 mm/hari.
- Kawasan Jembatan Merah, Jakarta Pusat 105 mm/hari.
Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan Tinggi Mula Air (TMA) melalui https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.