Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 60
(Foto: Reza Pratama Putra)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo menilai, Pemprov DKI perlu menyusun ekosistem pasar tradisional secara produktif dan tepat melalui revitalisasi yang menyeluruh. Menurutnya, revitalisasi tidak cukup hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga harus mencakup sistem pengelolaan, keamanan, hingga pemberdayaan pedagang.
"harus dibekali pemahaman tentang transaksi yang aman,"
Rio mengingatkan, pentingnya pelatihan penggunaan QRIS atau pembayaran digital lainnya yang dilakukan secara intensif dan terintegrasi dalam kebijakan digitalisasi pasar. Program tersebut, kata dia, perlu masuk dalam perencanaan anggaran daerah serta pengelolaan Perumda Pasar Jaya dengan melibatkan Bank Jakarta dan penyedia layanan pembayaran resmi lainnya.
“Pedagang dan pembeli harus dibekali pemahaman tentang transaksi yang aman, pengenalan QRIS resmi, serta mekanisme mitigasi jika terjadi penipuan. Selain itu, perlu difasilitasi pojok layanan digital di setiap pasar dengan petugas pendamping agar implementasinya berjalan efektif,” ujarnya, Selasa (13/1).
Selain transformasi digital, Rio juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan pasar. Ia meminta, Pemprov DKI menambah CCTV di titik-titik strategis, memastikan penerangan yang memadai, serta menugaskan satuan tugas keamanan pasar yang berpatroli secara aktif.
Kemudian, lanjut dia, kolaborasi dengan pihak kepolisian dapat dioptimalkan sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan, dan sosialisasi kewaspadaan bagi pengunjung juga dinilai perlu diperkuat.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi pasar harus dimaknai secara komprehensif, mencakup sistem logistik, kebersihan, dan manajemen pengelolaan. Sebab itu, diperlukan unit pengelola pasar yang profesional dan akuntabel di bawah BUMD terkait, dengan dukungan sistem pengadaan barang terpusat serta reservasi lapak berbasis digital.
“Integrasi pasar tradisional dengan platform e-commerce lokal juga penting untuk memperluas akses pemasaran pedagang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rio mendorong, pasar tradisional dikembangkan sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial dengan karakter khas Jakarta. Menurutnya, penyediaan area kuliner tradisional, ruang interaksi publik, spot kreatif, serta penyelenggaraan event budaya secara berkala dapat meningkatkan daya tarik pasar.
Ia juga mengingatkan pentingnya fasilitas ramah anak dan lansia, termasuk toilet yang bersih dan layak, serta mendorong pedagang menjaga kualitas dan higienitas produk agar mampu bersaing dengan ritel modern.
Rio juga meminta Pemprov DKI menyediakan akses pembiayaan usaha lunak, subsidi, atau skema insentif, khususnya bagi pedagang yang terdampak revitalisasi maupun yang telah beralih ke sistem pembayaran digital guna menjaga keberlanjutan usaha pedagang.
“Dukungan pembiayaan tersebut perlu disertai pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran digital, serta pendampingan hukum bagi UMKM pasar, sehingga revitalisasi benar-benar berdampak pada kesejahteraan pedagang,” tandasnya.