Selasa, 06 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 267
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat terus memperkuat upaya penanggulangan kasus Tuberkulosis (TBC) yang jumlahnya masih tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2025, tercatat sekitar 11.000 kasus TBC di wilayah Jakarta Barat.
"Investigasi kontak"
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna mengatakan, langkah utama yang dilakukan adalah memastikan seluruh pasien TBC mendapatkan pengobatan secara tuntas.
"Tindak lanjut yang kami laksanakan adalah memastikan pengobatan terhadap seluruh pasien TBC berjalan hingga selesai," ujarnya, Selasa (6/1).
Sahruna menjelaskan, pengawasan terhadap pasien TBC dilakukan secara intensif untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan, khususnya paru-paru.
"Selain pengobatan, kami juga melakukan pemantauan terhadap pasien TBC dengan berkolaborasi bersama pengawas menelan obat agar pasien menjalani proses pengobatan hingga sembuh," terangnya.
Untuk memutus mata rantai penularan, lanjut Sahruna, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat juga melaksanakan investigasi melalui penelusuran kontak pasien, terutama terhadap kontak serumah dan kontak erat.
Apabila dalam proses investigasi ditemukan kasus TBC aktif, maka akan segera dilakukan penatalaksanaan pengobatan sesuai prosedur.
"Pada investigasi kontak, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kontak serumah atau kontak erat dalam kondisi sehat, maka akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) selama tiga atau enam bulan," ungkapnya,
Ia menambahkan, Suku Dunas Kesehatan Jakarta Barat juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait TBC bersama unsur terkait, baik melalui kegiatan di dalam ruangan maupun langsung ke lingkungan warga.
"Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa TBC merupakan penyakit menular, namun dapat disembuhkan apabila pengobatan dijalani secara disiplin dan tuntas," tandasnya.