Gubernur dan Wamenkes Bahas Penanganan TBC di Jakarta

Kamis, 13 November 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Budhy Tristanto 686

Gubernur Pramono dan Wamenkes RI memberikan keterangan pers tentang Penanganan TBC di Jakarta

(Foto: Reza Pratama Putra)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima audiensi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/11). Dalam pertemuan ini, mereka membahas penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) di Jakarta.

"Kampung Siaga TBC sangat baik sekali di Jakarta,"

Usai pertemuan, Pramono mengaku bersyukur atas kehadiran Wamenkes Benjamin yang selama ini dikenal sebagai ahli dalam penanganan penyakit tuberkulosis (TBC).

Ia mengungkapkan, program Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC merupakan salah satu inisiatif dari Wamenkes.

"Itu salah satu ide beliau, dan kemarin beliau sudah turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melihat dan memotret bagaimana persoalan tentang TBC yang ada di Jakarta," ujar Pramono.

Pramono juga mendorong penguatan program Kampung Siaga TBC berbasis RW agar secara mandiri menemukan warga yang terjangkit. Menurutnya, semakin banyak kasus ditemukan, maka penanganannya akan semakin efektif.

"Kampung Siaga TBC tadi sangat baik sekali di Jakarta. Ya, pokoknya seluruh RW harus ada," tegasnya.

Sementara itu, Wamenkes Benjamin yang akrab disapa Beni menyebut bahwa penanganan TBC merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

"Kasus penyakit TBC di Indonesia berada di urutan kedua terbanyak di dunia, dengan 10 persen kasus TBC dunia ada di Indonesia. Oleh karena itu, kalau kita mau jadi negara maju, TBC ini harus diberantas," ucapnya.

Beni menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) baru sebagai revisi dari Perpres Nomor 67 Tahun 2021. Dalam revisi tersebut, jumlah kementerian dan lembaga yang terlibat akan diperluas dari 15 menjadi 35, termasuk TNI dan Polri.

Ia juga meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan ketersediaan obat bagi pasien TBC. Namun, menurutnya, penanganan TBC tidak cukup hanya dengan obat dan fasilitas medis.

"Orang sakit TBC karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun. Di daerah kumuh pasti kasus TBC-nya tinggi. Maka kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis," bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menuturkan bahwa pihaknya telah diminta Kemenkes untuk menemukan 70 ribu kasus TBC di Jakarta. Saat ini, kata Ani, Dinkes telah menemukan 49 ribu kasus.

"Jadi memang seperti tadi disampaikan Pak Wamen, target pertama pemberantasan TBC adalah menemukan. Jadi kami terus mencari, setidaknya sampai 70 ribu itu semuanya ketemu. Dan dari 49 ribu yang sudah ketemu, 90 persen lebih di antaranya sudah memulai pengobatan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pramono Kerahkan Pasukan Putih Tangani TBC di Jakarta

Pramono Kerahkan Pasukan Putih Tangani TBC di Jakarta

Rabu, 14 Mei 2025 2927

Eliminasi TBC Perlu Terus Didukung

Eliminasi TBC Perlu Terus Didukung

Rabu, 23 April 2025 1512

Pencanangan Kampung Siaga TBC Dilakukan di Jaksel

Kampung Siaga TBC di Jaksel Dicanangkan

Rabu, 31 Juli 2024 1469

BERITA POPULER
Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainnah serahkan SK PPPK Paruh Waktu

Wali Kota Jakbar Minta 485 PPPK Paruh Waktu Berikan Pelayanan Prima

Jumat, 02 Januari 2026 7721

Pohon Tumbang dan Genangan di Pulau Untung Jawa Tuntas Ditangani

Pohon Tumbang dan Genangan di Pulau Untung Jawa Tuntas Ditangani

Jumat, 02 Januari 2026 3079

Proyek LRT Jakarta Fase 1B

Jakpro Konsisten Laksanakan Penugasan Strategis Sepanjang 2025

Kamis, 08 Januari 2026 928

Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Kamis, 08 Januari 2026 878

 50 Kilogram Jagung Pulut Berhasil Dipanen dari Pulau Tidung Kecil

50 Kilogram Jagung Pulut Dipanen di Pulau Tidung Kecil

Rabu, 07 Januari 2026 990

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks