Pemprov Diminta Optimalkan Shifting Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 16 Desember 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1232

Penyampaian hasil evaluasi Kemendagri dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab)

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menyampaikan, hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 yang telah dibahas dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab).

"Kalau dari sisi anggaran semuanya sudah aman,"

Dari pembahasan tersebut, masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Khoirudin mengatakan, salah satu catatan utama adalah perlunya keterlibatan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) maupun komisi dalam proses pendampingan pembahasan di Kemendagri.

“Evaluasi Kemendagri yang sudah kita bahas bersama di Rapimgab, menyisakan beberapa catatan ya. Yang pertama memang selayaknya pimpinan Banggar atau pimpinan Rapimgab atau anggota Banggar diikutsertakan dalam pendampingan di Kemendagri,” ujar Khoirudin, Selasa (16/12).

Ia memastikan, dari sisi penganggaran tidak terdapat persoalan berarti. Seluruh ketentuan belanja wajib (mandatory spending) telah terpenuhi dan total anggaran tetap sesuai dengan yang direncanakan.

“Kalau dari sisi anggaran semuanya sudah aman, mandatory spending juga sudah aman, semua sudah aman. Ya, dan anggaran kita tidak berubah, tetap Rp81,3 triliun,” katanya.

Meski demikian, Khoirudin menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas shifting anggaran bersama pemerintah pusat sebagai salah satu strategi untuk menutup kekurangan akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Salah satu strategi kita untuk menambal kekurangan akibat pemotongan DBH adalah shifting anggaran. Anggaran yang kita potong bisa digunakan untuk membangun Jakarta,” jelasnya.

Ia pun meminta Pemprov DKI dan jajaran eksekutif agar memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal, khususnya untuk menjaga kualitas layanan dasar kepada masyarakat.

“Kami meminta semua tadi agar Pemda, eksekutif, menggunakan kesempatan ini agar utamanya di layanan pendidikan dan kesehatan bisa menggunakan dana shifting tadi, sehingga layanan ke masyarakat tidak terganggu,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
DPRD DKI Jakarta menggelar Rapimgab membahas Raperda APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026

DPRD DKI Jakarta Setujui Raperda APBD 2026

Senin, 15 Desember 2025 2305

Pramono Anung menjadi narasumber pada Main Forum Indonesia Sports Summit 2025

Pramono Tegaskan Komitmen Jakarta Bangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan

Sabtu, 06 Desember 2025 1276

Marullah memberikan sambutan saat pisah sambut Sekda DKI Jakarta di Balai Kota

Marullah Optimistis Uus Mampu Dukung Kepala Daerah Bangun Jakarta

Senin, 01 Desember 2025 2089

Pramono ajak Camat-Lurah perkuat Sinergi Jaga Jakarta

Camat-Lurah Diajak Perkuat Sinergi Jaga Jakarta

Rabu, 03 Desember 2025 1777

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5416

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1853

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1636

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1491

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1893

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks