Pemprov Diminta Optimalkan Shifting Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 16 Desember 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1177

Penyampaian hasil evaluasi Kemendagri dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab)

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menyampaikan, hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 yang telah dibahas dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab).

"Kalau dari sisi anggaran semuanya sudah aman,"

Dari pembahasan tersebut, masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Khoirudin mengatakan, salah satu catatan utama adalah perlunya keterlibatan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) maupun komisi dalam proses pendampingan pembahasan di Kemendagri.

“Evaluasi Kemendagri yang sudah kita bahas bersama di Rapimgab, menyisakan beberapa catatan ya. Yang pertama memang selayaknya pimpinan Banggar atau pimpinan Rapimgab atau anggota Banggar diikutsertakan dalam pendampingan di Kemendagri,” ujar Khoirudin, Selasa (16/12).

Ia memastikan, dari sisi penganggaran tidak terdapat persoalan berarti. Seluruh ketentuan belanja wajib (mandatory spending) telah terpenuhi dan total anggaran tetap sesuai dengan yang direncanakan.

“Kalau dari sisi anggaran semuanya sudah aman, mandatory spending juga sudah aman, semua sudah aman. Ya, dan anggaran kita tidak berubah, tetap Rp81,3 triliun,” katanya.

Meski demikian, Khoirudin menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas shifting anggaran bersama pemerintah pusat sebagai salah satu strategi untuk menutup kekurangan akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Salah satu strategi kita untuk menambal kekurangan akibat pemotongan DBH adalah shifting anggaran. Anggaran yang kita potong bisa digunakan untuk membangun Jakarta,” jelasnya.

Ia pun meminta Pemprov DKI dan jajaran eksekutif agar memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal, khususnya untuk menjaga kualitas layanan dasar kepada masyarakat.

“Kami meminta semua tadi agar Pemda, eksekutif, menggunakan kesempatan ini agar utamanya di layanan pendidikan dan kesehatan bisa menggunakan dana shifting tadi, sehingga layanan ke masyarakat tidak terganggu,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
DPRD DKI Jakarta menggelar Rapimgab membahas Raperda APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026

DPRD DKI Jakarta Setujui Raperda APBD 2026

Senin, 15 Desember 2025 2076

Pramono Anung menjadi narasumber pada Main Forum Indonesia Sports Summit 2025

Pramono Tegaskan Komitmen Jakarta Bangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan

Sabtu, 06 Desember 2025 1177

Marullah memberikan sambutan saat pisah sambut Sekda DKI Jakarta di Balai Kota

Marullah Optimistis Uus Mampu Dukung Kepala Daerah Bangun Jakarta

Senin, 01 Desember 2025 2033

Pramono ajak Camat-Lurah perkuat Sinergi Jaga Jakarta

Camat-Lurah Diajak Perkuat Sinergi Jaga Jakarta

Rabu, 03 Desember 2025 1674

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7826

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3061

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1922

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 860

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1121

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks