Rabu, 03 Desember 2025 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 542
(Foto: Andri Widiyanto)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi berdirinya Komunitas Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia atau Indonesia Smart Techonologi Society (ISSMART), Rabu (3/12).
"Kehadiran ISSMART menjadi penting bagi pengembangan digitalisasi di Jakarta,"
"Kami mewakili Pemprov DKI Jakarta mengucapkan selamat atas terbentuknya ISSMART. Inisiatif ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki semangat kolaborasi lintas sektor yang kuat, serta kesadaran bahwa teknologi cerdas semakin memegang peranan penting dalam pembangunan nasional," kata Rano, saat menghadiri peluncuran KISSMART yang diberangi dengan peringatan Hari Guru Nasional di Aula Heritage Gedung Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.
Momentum peluncuran komunitas ini, menurut Rano, semakin istimewa dengan diumumkannya guru pemenang praktik Koding Kecerdasaan Artificial (KKA).
Dikatakan Rano, prestasi yang diraih para guru itu memperlihatkan bahwa ekosistem pendidikan Indonesia mulai melahirkan talenta digital yang siap menyongsong dan memimpin era transformasi teknologi.
Rano menambahkan, Jakarta memiliki target untuk masuk dalam Top 50 Global Cities pada 2030 dan Top 20 pada 2045. Target itu, tegas Rano, hanya dapat dicapai apabila ekosistem teknologi, inovasi, dan SDM unggul berkembang secara konsisten dan saling menguatkan.
Dijelaskannya, salah satu pilar penting dari transformasi yang dilakukan Jakarta adalah penguatan teknologi cerdas yang didorong melalui berbagai inisiatif Jakarta Smart City.
"Keberadaan smart city bagi DKI Jakarta bukan sekadar digitalisasi layanan,tapi juga pendekatan baru dalam memahami kebutuhan warga dan merespons melalui sistem yang cepat, terintegrasi dan setara," tukasnya.
"Karena itu, kehadiran ISSMART menjadi penting bagi pengembangan digitalisasi di Jakarta," sambung Rano.
Ditegaskannya, ekosistem teknologi hanya dapat tumbuh jika ditopang jejaring pengetahuan yang kuat, ruang kolaborasi yang terbuka, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, akademisi, industri, komunitas dan para pendidik.
"Saya berharap ISMART dapat menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas kolektif untuk melangkah lebih maju dan mengambil peran yang lebih besar dalam percaturan teknologi global," tandasnya.