Sabtu, 29 November 2025 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 139
(Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan pertemuan dengan diaspora Indonesia di sela-sela kunjungannya ke Eropa, tepatnya di Berlin, Jerman, Jumat (28/11). Selain mengungkap peran strategis diaspora, Pramono juga mengajak mereka untuk turut membangun Jakarta menjadi kota global.
"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan diaspora,"
“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan diaspora melalui knowledge exchange untuk transfer ilmu dan teknologi baru dalam menyelesaikan tantangan Kota Jakarta. Serta membentuk dewan ahli diaspora untuk memberikan masukan pada sektor strategis," ujar Pramono.
Selain itu, Pramono juga mengajak mereka berkolaborasi sebagai talent network untuk menggandeng universitas terbaik dunia dan mengisi talent gaps di sektor strategis melalui perekrutan diaspora. Bahkan juga bisa dilakukan kolaborasi riset antara diaspora dan lembaga lokal untuk mewujudkan research ecosystem.
Pramono mengatakan, Jakarta dibangun mulai dari masyarakatnya. Hal itu lantaran Jakarta bertekad membangun kota yang ramah dan inklusif untuk semua warganya.
Sebagai implementasi, akses pendidikan yang merata menjadi prioritas dalam kepemimpinannya. Tak hanya menambah jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang kini telah mencakup 707.513 peserta didik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga melakukan pemutihan ijazah dengan target 6.652 peserta didik sepanjang tahun 2025.
Ke depan, Pramono mengaku, bantuan pendidikan tinggi berupa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan diperluas cakupannya hingga jenjang S2 dan S3. Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan beasiswa untuk bersekolah ke luar negeri seperti program LPDP yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan RI.
“Harapannya, anak muda di Jakarta semakin terpacu dan mendapatkan kesempatan bersekolah di luar negeri, kemudian kembali ke Jakarta untuk bersama membangun kota,” katanya.
Pramono menjelaskan, saat ini Jakarta tengah berupaya agar bisa bertransformasi sebagai kota global. Di antaranya meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas transportasi publik, mulai dari meningkatkan ekspansi transportasi publik ke daerah penyangga dengan menghadirkan Transjabodetabek, mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik dengan menggratiskan MRT, LRT dan Transjakarta bagi 15 golongan hingga meningkatkan transportasi air antarpulau di Kepulauan Seribu.
Hasilnya, Jakarta saat ini berada di posisi ke-17 dari 50 kota terbaik di dunia untuk transportasi publik berdasarkan survey TimeOut 2025. Sedangkan untuk tingkat Asia Tenggara, Jakarta menduduki peringkat kedua transportasi terbaik.
Ia melanjutkan, Jakarta juga sigap mencari solusi bagi berbagai permasalahan warga. Seperti, menghadirkan pelican crossing di Stasiun KRL Cikini untuk memudahkan akses bermobilitas yang sebelumnya dikeluhkan para pengguna KRL, gerak cepat memulihkan fasilitas transportasi umum pasca-unjuk rasa, serta menghadirkan Blok M Hub sebagai ruang UMKM dan kreatif yang terintegrasi.
Karena itu, Pramono mengajak keterlibatan para diaspora Indonesia dalam mewujudkan Jakarta sebagai Top 50 Global City. Para diaspora Indonesia berpotensi berkontribusi dalam sejumlah pilar seperti bisnis dan ekonomi, ketenagakerjaan, pariwisata dan branding, lingkungan yang berkelanjutan, infrastruktur dan mobilitas, riset dan inovasi serta tata kelola kelembagaan.
"Semoga ke depan Jakarta dapat semakin maju dengan kolaborasi yang baik bersama rekan-rekan diaspora,” tandasnya.