Pramono Instruksikan Jajarannya Atasi Penumpukan Proyek di Akhir Tahun

Kamis, 16 Oktober 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 1188

Proses pengerjaan jacking saluran di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur

(Foto: Ilustrasi)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya berencana melakukan perubahan pola pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun depan.

"Dari awal kalau perlu bahkan sebelumnya,"

Ia mengaku telah menginstruksikan jajarannya agar melakukan percepatan proses lelang untuk APBD tahun anggaran 2026 guna mengatasi masalah penumpukan proyek di akhir tahun.

"Di Balai Kota sendiri saya sudah menyampaikan dari awal bahwa nanti untuk APBD di tahun 2026, dari awal kalau perlu bahkan sebelumnya, sudah dilakukan lelang," ujar Pramono, di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10).

Pramono menyebut, pola ini juga pernah diterapkan oleh pemerintah pusat, di mana proses tender dilakukan lebih awal.

Dengan adanya percepatan belanja dan proses lelang yang lebih awal, diharapkan proyek-proyek pembangunan dapat berjalan lebih cepat sehingga meminimalisasi gangguan terhadap mobilitas masyarakat.

"Seperti yang dulu pernah kami lakukan ketika pemerintah pusat, menterinya (PUPR) pada waktu itu Pak Basuki (Hadimuljono). Maka dengan pola yang sama, saya akan dorong supaya enggak semuanya kejar-kejaran di akhir tahun," katanya.

Pramono mengakui, selama ini pola pemanfaatan APBD DKI Jakarta masih sering menumpuk di akhir tahun. Sehingga banyak proyek galian dan pekerjaan fisik yang dikerjakan di akhir tahun.

"Saya juga harus mengatakan apa adanya, memang pola pemanfaatan keuangan kita, APBD kita, itu masih sering kali di ujung itu kayak ngejar setoran," ucapnya.

Pramono kemudian mencontohkan proyek yang saat ini tengah dikerjakan seperti di kawasan Fatmawati dan sejumlah wilayah lain. Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut sudah melalui perencanaan yang cukup lama.

"Memang perencanaannya sudah cukup lama, termasuk yang disebut dengan table trap yang di Fatmawati yang sekarang lagi mendapatkan sorotan publik. Itu bukan sesuatu yang baru," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gelaran Business Matching 27

Pemprov DKI Dukung Produk Dalam Negeri Lewat Business Matching ke-27

Senin, 13 Oktober 2025 1200

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo

Jakarta Collaboration Fund Prioritaskan Kepentingan Warga Jakarta

Jumat, 10 Oktober 2025 1500

Gandeng Danantara, Jakarta Siap Bangun PLTSa ​

Gandeng Danantara, Jakarta Siap Bangun PLTSa ​

Rabu, 15 Oktober 2025 1294

Gubernur Pramono memberikan keterangan pers setelah menerima Delegasi Bisnis AS

Pramono Terima Delegasi Bisnis AS, Bahas Penguatan Investasi

Rabu, 15 Oktober 2025 1161

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 29864

Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 13994

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 2380

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1685

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1960

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks