Kerja Sama Kelola Sampah Upaya Bersama Tangani Tantangan Lingkungan

Sabtu, 11 Oktober 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 968

Ketua Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Azis

(Foto: Mochamad Tresna Suheryanto)

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pengelolaan sampah. 

"fokus kami adalah krisis sampah Jakarta,"

Kerja sama ini difokuskan pada upaya bersama menangani tantangan lingkungan hidup dan masalah sampah organik di Jakarta.

Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Aziz menyampaikan, kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara umat dan pemerintah. Program NU Mendengar adalah upaya PWNU mendengarkan suara masyarakat untuk merumuskan solusi nyata.

"Tahun 2025, fokus kami adalah krisis sampah Jakarta, terutama sampah organik," ujar Abdul Azis, Sabtu (11/10).

Meskipun Pemprov DKI telah berupaya menangani persoalan sampah, namun baru 13 persen rumah tangga yang memilah sampahnya sesuai aturan yang ada. Sedangkan lebih dari separuh sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang merupakan sampah rumah tangga, pasar, dan area komersial.

"Padahal kapasitas Bantargebang kini tersisa hanya 10 persen. Artinya, pekerjaan besar masih menanti kita semua," kata Abdul.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perilaku dan kesadaran masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan ulama merupakan kunci dari perubahan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, NU Jakarta telah memulai prototipe pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot di Jakarta Barat. Menurutnya, model ini terbukti efektif dan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular.

PWNU menargetkan terbentuknya 50 simpul komunitas percontohan hingga akhir 2025, yang akan mengolah rata-rata 25 kilogram sampah organik setiap hari.

"Untuk program ini, kami menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan, serta Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.

PWNU juga berencana menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro untuk pengelolaan sampah di area pasar dan area komersil.

Abdul menyebut, gerakan ekonomi sirkular NU Jakarta ini dapat mengurangi timbulan sampah hingga 10 persen per hari dengan anggaran yang jauh lebih efisien.

BERITA TERKAIT
PWNU DKI menandatangani MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Balai Agung

PWNU-Dinas LH DKI Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Jumat, 10 Oktober 2025 918

Rekrutmen PJLP UPST Bantargebang Dipastikan Transparan dan Prioritaskan Warga Lokal

Rekrutmen PJLP UPST Bantargebang Dipastikan Transparan

Kamis, 24 Juli 2025 1151

Pramono Anung menjadi narasumber utama dalam acara Top Team Workshop Bank BTN

Hadiri Top Team Workshop BTN, Pramono Sampaikan Pentingnya Kolaborasi Bangun Jakarta

Jumat, 10 Oktober 2025 769

Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu mengajak Waspadai Hoaks melalui webinar Digital Talk Seribu

Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu Ajak Waspadai Hoaks

Kamis, 09 Oktober 2025 706

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 7009

600 Substrat Karang Dilepas di Perairan Pulau Pari anita

2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

Selasa, 23 Juni 2026 422

Gub upacara hut 499 jakarta rezap

Menuju Usia Lima Abad, Pramono Minta Masyarakat Jaga Optimisme untuk Jakarta

Senin, 22 Juni 2026 524

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik rezap

HUT ke-499 Jakarta, Kemendagri Apresiasi Stabilitas Ekonomi dan Harmoni Sosial

Senin, 22 Juni 2026 499

Gebyar seni budaya setubabakan nur

Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

Sabtu, 20 Juni 2026 673

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks