Kerja Sama Kelola Sampah Upaya Bersama Tangani Tantangan Lingkungan

Sabtu, 11 Oktober 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 1042

Ketua Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Azis

(Foto: Mochamad Tresna Suheryanto)

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pengelolaan sampah. 

"fokus kami adalah krisis sampah Jakarta,"

Kerja sama ini difokuskan pada upaya bersama menangani tantangan lingkungan hidup dan masalah sampah organik di Jakarta.

Koordinator Program NU Mendengar, Abdul Aziz menyampaikan, kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara umat dan pemerintah. Program NU Mendengar adalah upaya PWNU mendengarkan suara masyarakat untuk merumuskan solusi nyata.

"Tahun 2025, fokus kami adalah krisis sampah Jakarta, terutama sampah organik," ujar Abdul Azis, Sabtu (11/10).

Meskipun Pemprov DKI telah berupaya menangani persoalan sampah, namun baru 13 persen rumah tangga yang memilah sampahnya sesuai aturan yang ada. Sedangkan lebih dari separuh sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang merupakan sampah rumah tangga, pasar, dan area komersial.

"Padahal kapasitas Bantargebang kini tersisa hanya 10 persen. Artinya, pekerjaan besar masih menanti kita semua," kata Abdul.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perilaku dan kesadaran masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan ulama merupakan kunci dari perubahan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, NU Jakarta telah memulai prototipe pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot di Jakarta Barat. Menurutnya, model ini terbukti efektif dan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular.

PWNU menargetkan terbentuknya 50 simpul komunitas percontohan hingga akhir 2025, yang akan mengolah rata-rata 25 kilogram sampah organik setiap hari.

"Untuk program ini, kami menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan, serta Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.

PWNU juga berencana menjalin kerja sama dengan Perumda Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro untuk pengelolaan sampah di area pasar dan area komersil.

Abdul menyebut, gerakan ekonomi sirkular NU Jakarta ini dapat mengurangi timbulan sampah hingga 10 persen per hari dengan anggaran yang jauh lebih efisien.

BERITA TERKAIT
PWNU DKI menandatangani MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Balai Agung

PWNU-Dinas LH DKI Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Jumat, 10 Oktober 2025 978

Rekrutmen PJLP UPST Bantargebang Dipastikan Transparan dan Prioritaskan Warga Lokal

Rekrutmen PJLP UPST Bantargebang Dipastikan Transparan

Kamis, 24 Juli 2025 1261

Pramono Anung menjadi narasumber utama dalam acara Top Team Workshop Bank BTN

Hadiri Top Team Workshop BTN, Pramono Sampaikan Pentingnya Kolaborasi Bangun Jakarta

Jumat, 10 Oktober 2025 817

Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu mengajak Waspadai Hoaks melalui webinar Digital Talk Seribu

Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu Ajak Waspadai Hoaks

Kamis, 09 Oktober 2025 833

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 731

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1040

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 893

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 877

IMG 20260803 WA0088

Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

Senin, 03 Agustus 2026 849

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks