Kamis, 28 Agustus 2025 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 265
(Foto: Anita Karyati)
Layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) di Jakarta Utara masih sangat diminati, salah satunya di SD Negeri Ancol 01, Jalan Parang Tritis, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan.
"Meningkatkan minat baca sejak dini"
Pusling merupakan layanan jemput bola untuk memfasilitasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat agar kaya literasi serta pengetahuan.
Salah seorang peserta didik di SD Negeri Ancol 01 Pagi, Arga Saputra (12) mengaku senang dangan adanya Mobil Pustaka (Moka) Pusling di sekolahnya.
"Pusling sangat bermanfaat. Saya suka baca buku cerita yang banyak menginspirasi," ujarnya, Kamis (28/8).
Hal serupa disampaikan Achmad Cahyadi (9). Achmad mengaku gemar membaca sejak kecil. Untuk itu, saat ada Pusling menjadi momen yang ditunggu untuk membaca beragam buku mulai sains, sejarah, teknologi, fiksi, dan lainnya.
"Senang sekali bisa baca buku bersama teman sekolah. Kalau bacanya belum selesai, saya suka pinjam, dikembalikan nanti kalau datang kembali," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perpustakaan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara, Fajar Andi Nugroho menjelaskan, layanan Pusling di Jakarta Utara dilakukan dengan menggunakan 10 unit mobil dan enam sepeda motor.
Ia menambahkan, kendaraan-kendaraan tersebut telah dimodifikasi sesuai kebutuhan dan disebut dengan motor Mobil Pustaka.
"Pusling ini beroperasi setiap hari kerja, mengunjungi lokasi yang telah di jadwalkan seperti ke sekolah-sekolah baik swasta dan negeri, taman, balai warga, rusun, dan lingkungan masyarakat lainnya," ungkapnya.
Ia mengatakan, untuk waktu operasional Pusling biasanya dibagi dua sesi, sesi pertama mulai pukul 09.00-11.30 WIB dan kedua pukul 12.00-14.30 WIB. Untuk mobil membawa 350 eksemplar buku dan motor sebanyak 150 eksemplar buku.
"Varian buku yang dibawa beragam, mulai dari agama, bahasa, kesenian, karya umum, ilmu sosial, sejarah, fiksi, dan lainnya. Pusling biasa dimanfaatkan oleh anak-anak maupun orang dewasa," bebernya.
Fajar merinci pada tahun 2024 terdapat 111.248 masyarakat memanfaatkan layanan Moka di 935 sekolah dan ruang publik. Sementara, tahun ini Moka sudah melayani 90 ribu orang. Melalui moka, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan akses bahan bacaan tanpa harus pergi ke perpustakaan.
"Mudah-mudahan upaya ini bisa meningkatkan minat baca sejak dini
serta mendorong kesadaran akan pentingnya pendidikan dan literasi di kalangan masyarakat," tandasnya.