Rabu, 27 Agustus 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 349
(Foto: Istimewa)
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta menggelar Lomba Karya Ilmiah Pemuda (KIP) Tingkat Provinsi Tahun 2025 pada 26–28 Agustus 2025 di BW Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat.
"memperkuat ekosistem penelitian,"
Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, meningkatkan keterampilan penelitian, serta memperkuat budaya ilmiah di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kegiatan ini diikuti oleh 190 peserta, yang merupakan juara 1, 2, dan 3 dari setiap kategori dan bidang pada Lomba KIP Tingkat Kota dan Kabupaten Administrasi. Peserta terbagi dalam dua kategori, yaitu Pelajar dan Mahasiswa, baik perorangan maupun kelompok. Sementara itu, bidang pengkhususan yang dilombakan mencakup Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Teknologi.
Dispora DKI Jakarta merumuskan maksud utama penyelenggaraan lomba ini untuk mendorong minat ilmiah, meningkatkan keterampilan penelitian, serta menciptakan generasi muda yang kompetitif. Kegiatan juga bertujuan mengembangkan kreativitas, literasi ilmiah, hingga menumbuhkan kemampuan menciptakan karya ilmiah yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, KIP merupakan wadah penting untuk melatih sikap ilmiah, berpikir kritis, sekaligus mengasah kreativitas dalam memecahkan masalah sosial maupun fenomena alam.
“Dengan demikian, ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan karya terbaik, tetapi juga memperkuat ekosistem penelitian di kalangan generasi muda Jakarta,” ujarnya, Rabu (27/8).
Andri menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam membina generasi muda.
“Ajang semacam ini akan menjadi bekal berharga bagi pemuda dalam melanjutkan pendidikan tinggi maupun karier penelitian,” katanya.
Pada kesempatan itu Andri memaparkan enam poin penting, mulai dari mengenalkan dunia ilmiah, menghasilkan karya penelitian faktual, memberikan kontribusi pada pengembangan diri, membekali studi lanjut, melatih analisis masalah, hingga meningkatkan literasi ilmiah.
“Semua itu diharapkan akan membentuk generasi muda yang mampu menghadirkan ide kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan masyarakat,” ucapnya.
Andri berpesan kepada para finalis agar menjadikan lomba ini sebagai momentum untuk menghadirkan solusi aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia juga mengingatkan para pendamping agar membimbing peserta sehingga karya yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Melalui lomba ini, peserta diajak untuk lebih mengenal dunia ilmiah, menghasilkan karya berbasis penelitian, dan mengembangkan pola pikir yang kritis serta sistematis. Kami berharap para pemuda dapat menjadi agen perubahan, berkontribusi nyata dalam pembangunan, sekaligus menjadi inspirasi bagi lingkungannya,” tandasnya.