Harga Beras di Pasar Tradisional Mulai Naik

Rabu, 26 Agustus 2015 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 5993

Rupiah Anjlok, Harga Beras Merangsek Naik

(Foto: Nurito)

Harga beras di sejumlah pasar tradisonal mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga beras sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.

Sejak hari Selasa kemarin harga beras memang sudah naik. Karena dari agennya naik ya kita ikut naik

Wisnu (38), pedagang di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat mengatakan, harga beras sejak Selasa kemarin sudah naik. Untuk beras kemasan karung berukuran 10 kilogram (kg) dengan merek dijual seharga Rp 160 ribu. Padahal, Senin (24/8) kemarin harganya masih Rp 150 ribu.

Untuk kemasan dan merek lainnya dan berat yang sama dengan jahitan manual tangan dijual seharga Rp 100 ribu, sebelumnya Rp 90 ribu. Sedangkan untuk jahitan mesin Rp 120 ribu, sebelumnya Rp 115 ribu.

"Sejak hari Selasa kemarin harga beras memang sudah naik. Karena dari agennya naik ya kita ikut naik," ujar Wisnu, Rabu (26/8).

Akibat kenaikan tersebut, kata Wisnu, jumlah pembeli pun terbilang menurun. Terlebih, kiosnya itu hanya buka dari pukul 05.00-12.00. Sehari maksimal terjual 2 karung beras, ukuran 50 kg.

"Sekarang kita bisa belanja 2 karung beras. Begitu terjual, belum tentu bisa belanja 2 karung lagi karena harganya naik. Paling hanya dapat 1,5 karung," kata Wisnu.

Slamet (40), pedagang beras lainnya mengatakan, untuk beras eceran, yang biasanya harga Rp 8.000 kini naik menjadi 8.500 per kg. Demikian dengan beras lainnya yang semula Rp 9.000, naik menjadi Rp 10 ribu per kg. Sedangkan beras ketan Solo, semula Rp 13 ribu kini menjadi Rp 15 ribu per kg.

"Harga beras memang sudah naik. Bahkan dari pasca Lebaran, harganya naik secara bertahap. Apalagi sekarang dolar terus naik, harga beras jadi ikut naik," ujar Slamet.

Sementara itu, dalam keterangan yang diterima Beritajakarta.com, Asisten Perekonomian Sekda Provinsi DKI, Franky Mangatas Panjaitan menuturkan, harga grosir beras jenis IR I, IR II, dan IR III di Pasar Induk Beras Cipinang pada Minggu ketiga bulan Agustus memang mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan.

Kenaikan harga beras menurutnya, lebih disebabkan jumlah pengeluaran yang lebih banyak dari pemasukan meskipun pasokan normal dengan rata-rata 3.586 ton per hari. 

BERITA TERKAIT
Pasar Induk Beras Cipinang Masih Lengang

Pasar Induk Beras Cipinang Masih Lengang

Kamis, 23 Juli 2015 9331

 Harga Kebutuhan Pokok Tahun Ini Stabil

Harga Kebutuhan Pokok di DKI Stabil

Rabu, 15 Juli 2015 5151

Nilai Tukar Rupiah Tak Berdampak ke Pemerintahan di DKI

Nilai Tukar Rupiah Tak Berdampak ke Pemerintahan di DKI

Rabu, 26 Agustus 2015 4223

Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

Selasa, 25 Agustus 2015 5670

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7055

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4706

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2260

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2228

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1769

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks