Kamis, 21 Agustus 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 537
(Foto: Istimewa)
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pengurus Provinsi Persatuan Squash Indonesia (PSI) DKI Jakarta menggelar Jakarta Squash Open 2025 di Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada 20–24 Agustus 2025.
"mendukung program peningkatan prestasi olahraga squash,"
Turnamen berskala internasional ini diikuti sebanyak 145 atlet, terdiri dari perwakilan tujuh provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Utara, dan Banten. Tidak hanya itu, Jakarta Squash Open 2025 juga diikuti atlet dari luar negeri, di antaranya Malaysia, Filipina, dan Pakistan. Mereka akan berlaga dalam 12 kategori pertandingan, mulai dari tingkat usia 11 tahun hingga kategori terbuka (open), baik putra maupun putri.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, tujuan utama penyelenggaraan turnamen ini bukan hanya sekadar kompetisi, tapi menjadi wadah kompetisi bagi atlet dari berbagai tingkatan usia dan level kemampuan, mulai dari pelajar hingga profesional. Selain itu, turnamen ini juga dirancang untuk meningkatkan prestasi atlet squash sekaligus memperkenalkan olahraga ini kepada generasi muda.
“Jakarta Squash Open 2025 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan dan penjaringan atlet berbakat. Kami berharap turnamen ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program peningkatan prestasi olahraga squash di DKI Jakarta,” ujarnya, Kamis (21/8).
Andri menyampaikan, kontingen squash DKI Jakarta sukses meraih dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu, sehingga menempati peringkat kedua di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Namun Ia mengingatkan, masih ada pekerjaan rumah untuk bisa menjadi juara umum di PON mendatang. Maka dari itu, kejuaraan seperti Jakarta Squash Open 2025 penting dijadikan sebagai sarana evaluasi dan uji coba bagi para atlet.
“Saya yakin di PON berikutnya kita bisa meningkatkan prestasi dan membawa DKI Jakarta menjadi juara umum,” katanya.
Andri menjelaskan, Dispora DKI Jakarta berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan olahraga, termasuk squash. Melalui penyelenggaraan kompetisi yang konsisten, diharapkan lahir atlet-atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke level internasional.
“Dukungan penuh pemerintah menjadi kunci untuk mendorong squash semakin populer dan diperhitungkan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI), Alvin Kennedy menyampaikan, apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Menurutnya, Jakarta Squash Open 2025 semakin meriah dengan kehadiran atlet internasional yang turut berpartisipasi. Hal ini menjadi bukti bahwa turnamen ini tidak hanya berkelas nasional, tetapi juga mendapat perhatian dari level internasional.
“Event ini menjadi sangat penting sebagai persiapan menuju Sea Games mendatang. Kami berharap para atlet bisa memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk meraih hasil terbaik di Jakarta Squash Open 2025,” tandas Alvin.