Komisi A Tekankan Sinkronisasi APBD Perubahan dengan Aspirasi Warga

Kamis, 10 Juli 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 597

Komisi A Tekankan Sinkronisasi APBD Perubahan dengan Aspirasi Warga

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono menyampaikan sejumlah rekomendasi umum dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta bersama eksekutif.

"Jangan sampai suara warga tidak terwakili,"

Rapat tersebut membahas laporan hasil konsultasi komisi terkait rancangan perubahan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025.

Dalam kesempatan itu, Komisi A menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 dan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2025 sebagai acuan terbuka dalam menyusun Rancangan Perubahan KUA dan PPAS.

“Kami juga minta agar aspirasi masyarakat hasil kegiatan reses anggota DPRD benar-benar diakomodasi dalam penyusunan perubahan KUA-PPAS. Jangan sampai suara warga tidak terwakili dalam perencanaan anggaran,” ujar Alia, Kamis (10/7).

Komisi A turut menyinggung ketimpangan alokasi anggaran di bidang pemerintahan yang dinilai jauh lebih kecil dibanding bidang lain. Oleh karena itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta mempertimbangkan penambahan anggaran bagi OPD mitra kerja Komisi A agar peran strategis bidang pemerintahan dapat berjalan optimal.

Terkait pemeliharaan fasilitas publik, Komisi A merekomendasikan agar Pemprov DKI segera merevisi regulasi terkait pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), khususnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 123 Tahun 2017. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin ketersediaan anggaran pemeliharaan yang memadai, baik untuk RPTRA di tingkat kelurahan maupun kota.

Tak hanya itu, Komisi A juga mendorong penyelenggaraan job fair rutin bulanan secara klaster, baik di tingkat kecamatan maupun kampus. Kegiatan ini diminta dilengkapi pendampingan langsung, sistem pendaftaran daring, serta kuota dan kriteria peserta yang jelas.

Alia menambahkan, pelaksanaan job fair harus melibatkan kolaborasi antar OPD, seperti wali kota, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Biro Hukum.

“Monitoring penyaluran kerja dan pelaporan hasil job fair juga harus disiapkan, agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tapi benar-benar berdampak nyata bagi pencari kerja,” tandas Alia.

BERITA TERKAIT
Komisi B Dukung Tambahan Anggaran Subsidi

Komisi B Dukung Tambahan Anggaran Subsidi Pangan dan Transportasi

Kamis, 10 Juli 2025 589

 Komisi A Tekankan Pentingnya Pemeliharaan RPTRA

Komisi A Tekankan Pentingnya Pemeliharaan RPTRA

Rabu, 09 Juli 2025 602

Komisi E Dukung Penambahan Anggaran KJP Plus di APBD Perubahan 2025

Komisi E Dukung Penambahan Anggaran KJP Plus

Rabu, 09 Juli 2025 984

Komisi C Dorong Optimalkan Potensi PAD Lewat Aset Daerah

Komisi C Dorong Optimalkan Potensi PAD Lewat Aset Daerah

Senin, 07 Juli 2025 636

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 5565

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 918

Imlek glodok jati

Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna

Selasa, 03 Februari 2026 695

IMG 20260203 191714

Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini

Selasa, 03 Februari 2026 685

Transjabodetabek blokM rezap

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

Selasa, 03 Februari 2026 594

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks