Komisi C Dorong Optimalkan Potensi PAD Lewat Aset Daerah

Senin, 07 Juli 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 912

Komisi C Dorong Optimalkan Potensi PAD Lewat Aset Daerah

(Foto: doc)

Komisi C DPRD DKI Jakarta menekankan untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset milik Pemprov DKI Jakarta.

"Potensi pendapatan lebih dimaksimalkan,"

Hal ini disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin saat meninjau rapat kerja komisi dalam rangka konsultasi pembahasan rancangan perubahan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025.

“Sumber-sumber pendapatan masih bisa digali dari pemanfaatan aset yang bisa dikerjasamakan. Jika aset dikerjasamakan, kita tidak perlu keluar biaya perawatan, dan aset juga tercatat serta terjaga,” ujar Khoirudin, Senin (7/7).

Ia menekankan, pentingnya kolaborasi antara Pemprov dan para pemangku kepentingan untuk mengelola aset daerah secara produktif sehingga berdampak langsung pada peningkatan PAD.

Berdasarkan hasil pembahasan rancangan perubahan KUA-PPAS 2025 yang digelar Jumat (4/7), total APBD DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar 0,53 persen atau Rp487 miliar dari sebelumnya Rp91,34 triliun menjadi Rp91,83 triliun.

Secara rinci, pendapatan daerah naik sebesar 3,72 persen atau Rp3,04 triliun, dari Rp81,73 triliun menjadi Rp84,77 triliun. Belanja Daerah juga meningkat 3,97 persen atau Rp3,28 triliun, dari Rp82,66 triliun menjadi Rp85,94 triliun.

Sementara itu, Pengeluaran Pembiayaan turun sebesar 32,23 persen atau Rp2,79 triliun, dari Rp8,68 triliun menjadi Rp5,88 triliun. Penerimaan Pembiayaan juga menurun 26,57 persen atau Rp2,55 triliun, dari Rp9,61 triliun menjadi Rp7,05 triliun.

“Harapan saya, potensi pendapatan dari aset bisa lebih dimaksimalkan. Apalagi APBD kita juga meningkat,” tegas Khoirudin.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, agar visi Jakarta sebagai kota global tidak berhenti sebagai slogan semata. Menurutnya, visi tersebut harus diterjemahkan ke dalam program-program nyata dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

“Dampak dari kota global itu harus dikritisi, terutama dari sisi keuangan. Sumber-sumber pendanaan yang belum maksimal harus bisa dioptimalkan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pembahasan KUA-PPAS Harus Jawab Kebutuhan Dasar Warga Jakarta

Pembahasan KUA-PPAS Harus Jawab Kebutuhan Dasar Warga Jakarta

Jumat, 04 Juli 2025 980

Banggar Bersama Eksekutif Bahas Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025

Banggar Bersama Eksekutif Bahas Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2025

Jumat, 04 Juli 2025 1214

Komisi B dan BUMD Bahas PSO Sektor Transportasi Publik

Komisi B dan BUMD Bahas PSO Transportasi Publik

Selasa, 01 Juli 2025 1771

Komisi C Dorong Penguatan Pengelolaan Aset dan Kinerja BUMD

Komisi C Dorong Penguatan Pengelolaan Aset dan Kinerja BUMD

Jumat, 20 Juni 2025 1134

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 758

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1046

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 897

1785757954269

Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 884

IMG 20260803 WA0088

Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

Senin, 03 Agustus 2026 853

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks