Sudah Ada 52 Pusat Pengolahan Sampah Organik di Jakut

Selasa, 24 Juni 2025 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 829

Jakarta Utara Miliki 52 Pusat Olahan Limbah Organik BSF

(Foto: doc)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) setempat telah mengaktifkan 52 pusat pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan Black Soldier Fly (BFS) yang tersebar di enam kecamatan.

"Metode ini relatif aman bagi lingkungan"

Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan, pengolahan sampah organik menggunakan BSF merupakan salah satu pengelolaan sampah dari hulu yang telah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 534 Tahun 2022.

"Metode ini relatif aman bagi lingkungan karena tidak bersifat patogen atau membawa agen penyakit. Setiap bulan bisa diolah sampah organik hingga ribuan kilogram," ujarnya, Selasa (24/6).

Ia merinci, di kecamatan Penjaringan ada tujuh lokasi pengolahan limbah organik dengan BSF, Pademangan lima lokasi, Tanjung Priok 11 lokasi, Kecamatan Kelapa Gading berjumlah 12 lokasi, Koja delapan lokasi, dan di Kecamatan Cilincing terdapat sembilan lokasi.

"Sampah organik yang dikirim ke pusat BSF tidak hanya dari rumah tangga, namun kita juga mengumpulkan dari sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) yang ada di Jakarta Utara," terangnya.

Edy menjelaskan, ada lima Horeka yang telah bekerjasama dalam mengolah sampah organik. Sisa olahan dapur atau sampah organik mereka nantinya diangkut menggunakan truk khusus Suku Dinas LH Jakarta Utara ke lokasi maggoters atau BSF.

"Tercatat, dari Januari hingga Mei 2025 telah berhasil diangkut 23,7 ton sampah organik dari Horeka," ungkapnya.

Ia.menambahkan, Pusat BSF Suku Dinas LH Jakarta Utara juga mendukung atau menerima pengolahan sampah organik dari program makan bergizi dan sarapan gratis.

"Kami pastikan sampah organik di Jakarta Utara dapat terkelola dengan baik, dan mampu mengurangi sampah di Jakarta," bebernya

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menambahkan, Jakarta Utara saat ini dipilih menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah nasional.

Untuk mendukung tersebut, imbuh Wawan, jajaran camat dan lurah, serta Horeka sudah diminta untuk melakukan sosialisasi gerakan memilah sampah dari sumbernya, pengangkutan sampah terjadwal, serta penggunaan BSF.

"Mari kita kawal bersama program ini dengan disiplin dan inovasi, sampah bukan tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, namun semua unsur," tandasnya.

BERITA TERKAIT
480 PJLP dan PPSU Ikuti Bimtek Pengelolaan Sampah di Jakarta Utara

Bimtek Pengelolan Sampah dari Sumber di Jakut Diikuti 480 Peserta

Kamis, 19 Juni 2025 569

Dinas, Lingkungan Hidup, Imbau, EcoQurban, kurban

Dinas LH Imbau Pelaksanaan Kurban Terapkan Eco Qurban

Kamis, 22 Mei 2025 708

Pemprov DKI Tawarkan Kerja Sama Lintas Daerah Atasi Persoalan Urban

Pemprov DKI Tawarkan Kerja Sama Lintas Daerah Atasi Persoalan Urban

Selasa, 17 Juni 2025 1622

Jakarta Wajibkan Hotel, Restoran, dan Kafe Kurangi dan Olah Sampah Makanan

Hotel, Restoran dan Kafe di Jakarta Wajib Kurangi dan Olah Sampah Makanan

Kamis, 28 November 2024 1438

Dinas LH Siap Fasilitasi Pengelolaan Food Waste Makan Bergizi Gratis

Dinas LH Siap Fasilitasi Pengelolaan Food Waste Makan Bergizi Gratis

Selasa, 07 Januari 2025 1868

BERITA POPULER
Mudik Terminal Kampung Rambutan otoy

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kamis, 12 Maret 2026 6286

IMG 20260309 WA0093

Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

Senin, 09 Maret 2026 6825

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1398

Stok Pangan Jakarta Aman otoy

Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Jumat, 13 Maret 2026 1287

Jakarta siap bangun pltsa tangani masalah sampah

Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

Kamis, 12 Maret 2026 1427

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks