BPBD Minta Warga Antisipasi Potensi Tanah Longsor

Rabu, 11 Desember 2024 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1342

BPBD Minta Warga Antisipasi Potensi Tanah Longsor Saat Curah Hujan Tinggi

(Foto: Andri Widiyanto)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta para lurah, camat dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

“Bicara penanganan bencana harus secara komprehensif,”

Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji meminta camat dan lurah serta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

“Peningkatan curah hujan berpotensi terjadinya tanah longsor. Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat juga akan memonitor jika ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait,” ujar Isnawa, Rabu (11/12).

Isnawa mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor.

Ia mengatakan, antisipasi lain apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak yakni membuat bronjong dan turap mandiri, baik swadaya atau kolektif dilakukan oleh masyarakat. Tujuannya, meninimalisasi dampak yang lebih serius kalau memang terjadi hujan lebat.

“Bicara penanganan bencana harus secara komprehensif,” kata Isnawa.

Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah potensi terjadinya tanah longsor, yaitu:

1. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.

2. Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo.

Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

BERITA TERKAIT
 BPBD Pastikan Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong Tertangani

BPBD Pastikan Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong Tertangani

Rabu, 11 Desember 2024 1974

Dua Hari Operasi Modifikasi Cuaca Lakukan 5 Misi Penerbangan

Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Meredistribusi Hujan di Kawasan Jakarta

Senin, 09 Desember 2024 2214

Ketua DPRD DKI Apresiasi BPBD Antisipasi Cuaca Jakarta Lewat OMC

Khoirudin Apresiasi BPBD Antisipasi Cuaca Jakarta Lewat OMC

Minggu, 08 Desember 2024 1698

Cuaca Ekstrem, BPBD Ajak Masyarakat Berkolaborasi Hadapi Ancaman Bencana

Cuaca Ekstrem, BPBD Ajak Masyarakat Berkolaborasi Hadapi Ancaman Bencana

Jumat, 06 Desember 2024 1529

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 36340

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 20049

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5267

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3902

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2685

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks