KPAP DKI Bahas Program Kegiatan Warga Peduli AIDS

Jumat, 20 September 2024 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 1437

 KPAP Gelar Rakor Program dan Potensi Anggaran Kegiatan WPA

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Pelaksanan kegiatan warga peduli AIDS (WPA) menjadi pokok pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakor) Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Jumat (20/9) di  Aula Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

"Kami ingin pertemuan ini menghasilkan suatu kegiatan bersama dan saling bersinergi,"

Plt Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan KPAP DKI Jakarta, Taufik Alief Fuad mengatakan, kegiatan diikuti 40 peserta dari unsur KPAP DKI Jakarta, KPA kota dan kabupaten, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pelaku usaha dan perwakilan WPA.

"Kami ingin pertemuan ini menghasilkan suatu kegiatan bersama dan saling bersinergi," katanya.

Dijelaskan Taufik, WPA dibentuk sesuai amanat Perda nomor 5 tahun 2008 tentang penanggulangan HIV/AIDS. Salah satu pasal dalam perda tersebut mengatur tentang peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Hingga saat ini tercatat ada 518 WPA yang tersebar di 267 kelurahan dari 44 kecamatan. Dari jumlah itu, 158 di antaranya belum mendapat pelatihan.

Menurut Taufik, selama ini WPA telah melakukan berbagai kegiatan, seperti komunikasi informasi dan edukasi pada masyarakat agar memahami HIV/AIDS dan mencegah terjadinya stigma pada ODHIV.

Lalu, mendorong masyarakat untuk melakukan konseling dan testing HIV secara sukarela, melakukan advokasi kepada pemangku kepentingan terkait, mendorong ODHIV untuk akses ARV dan patuh minum ARV, serta melakukan penelusuran ODHIV yang putus minum obat ARV.

"Jakarta saat ini tengah mengejar target zero kasus baru pada 2030 nanti. Karena itu, kehadiran dan eksistensi program kegiatan WPA di tengah masyarakat amat dibutuhkan," tegasnya.

Diungkapkan Taufik, berdasarkan hasil pencatatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terdapat hampir 80 ribu orang pengidap HIV pada Maret 2023 lalu. 

Dari jumlah itu, menurutnya, baru sekitar 55 ribu yang telah terdeteksi dan 35 di antaranya yang rutin mengkonsumsi ARV.

Selain itu, Taufik juga menjelaskan tentang penyelesaian persoalan HIV/AIDS dengan model pentahelix yang melibatkan lima pihak, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media.

Karena itu, dia  berharap kegiatan ini bisa merumuskan kolaborasi untuk memperkuat kegiatan WPA di tingkat kelurahan. Sehingga, upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di DKI Jakarta bisa lebih massif menuntaskan target zero kasus baru di 2030.

"Karena tidak ada legalitas, WPA tidak dibekali anggaran. Kita hanya bisa fasilitasi sebagai sebuah upaya, semoga bisa ditidaklanjuti," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Walkot Jaksel Lantik 70 WPA Kecamatan Tebet

Wali Kota Jaksel Lantik 70 WPA Kecamatan Tebet

Selasa, 06 Desember 2022 2345

35 Relawan AIDS Kecamatan Pasar Rebo Dikukuhkan

35 Relawan AIDS Kecamatan Pasar Rebo Dikukuhkan

Kamis, 09 November 2023 8491

Warga Pegadungan Ikuti Sosialisasi WPA

Warga Pegadungan Ikuti Sosialisasi WPA

Jumat, 18 September 2015 2624

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 3526

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7213

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4906

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3586

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2696

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks