Kadis Tata Air Siapkan Pengganti Kabid yang Diduga Korupsi

Rabu, 12 Agustus 2015 Reporter: Andry Editor: Budhy Tristanto 4038

Kadis Tata Air Siapkan Pengganti Kabid Aliran Barat&Timur

(Foto: doc)

Kepala Dinas (Kadis) Tata Air DKI, Tri Djoko Sri Margianto mengaku telah menyiapkan kandidat pengganti untuk dua kepala bidang di dinasnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejakasaan Agung, dalam kasus dugaan korupsi dana swakelola Suku Dinas (Sudin) Tata Air Jakarta Barat tahun 2013.

Kita kan bicara sistem, bukan oknum. Jadi siap nggak siap kan harus siap. The show must go on

"Ya yang jelas pergantian, kalau memang sudah jadi tersangka dan ditahan. Beberapa opsi memang sudah kita siapkan," kata Tri saat ditemui di kantor Dinas Tata Air DKI, di Jatibaru, Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

‎Mantan Bupati Pulau Seribu ini mengatakan, telah melaporkan kasus ini kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah di Balaikota. "Saya tadi sudah laporkan ke Pak Sekda mengenai kondisi yang ada dan tindaklanjutnya," terangnya.

‎Tri mengaku, baru mengetahui kabar kasus dugaan korupsi yang menjerat dua anak buahnya tersebut dari running text pada salah satu stasiun televisi swasta pagi tadi. "‎Saya juga belum terima Surat Perintah Penyidikan (Sprindik)-nya," lanjutnya.

‎Ia menegaskan, kasus dugaan korupsi anggaran swakelola yang melibatkan dua kepala bidangnya yang berinisal W dan MR ini tak akan menggangu program kerja di instansinya.

"Ya kita kan bicara sistem, bukan oknum. Jadi siap nggak siap kan harus siap. The show must go on," katanya.

‎Tri juga mengutarakan, belum memberi pengarahan kepada seluruh anak buah dan jajarannya setelah terungkapnya kas‎us dugaan korupsi swakelola di Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat pada 2013 lalu. ‎"Pengarahan belum, baru tadi saya mampir ke Pak Sekda," singkatnya.

Soal penggantian posisi kepala bidang, jelas Tri, dirinya sudah mempersiapkan hal itu sebelum kasus dugaan korupsi ini terkuak. "‎Sebelum kejadian ini pun saya memang sudah siapkan kandidat. Begitu saya masuk sini, kan saya disuruh Pak Gubernur untuk singkirkan bawahan yang tidak baik," jelasnya.

Tri mengimbau kepada para bawahannya untuk bekerja sesuai koridor dan aturan serta tidak lagi berusaha mencari penghasilan tambahan atau komisi dari proyek.

"Jadi sekarang sudah jelas, remunerasi itu dari kinerja kita. Makanya kita harus maksimalkan kinerja supaya bisa membawa pulang penuh Tunjangan Kinerja Daerah (TKD)," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ahok Perintahkan Kadis Tata Air Keruk Sungai Dangkal

Ahok Perintahkan Kadis Tata Air Keruk Sungai Dangkal

Jumat, 10 Juli 2015 7776

Ahok Tak Akan Intervensi Kasus Korupsi Anak Buahnya

Ahok Serahkan Proses Kasus Korupsi Anak Buahnya ke Penegak Hukum

Selasa, 11 Agustus 2015 4002

Hukuman Mati Koruptor, Ini Kata Ahok

Ahok: Koruptor Harusnya Dimiskinkan

Kamis, 06 Agustus 2015 6874

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2472

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2547

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1220

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks