Ahok Minta Operasi Pasar Pakai Transaksi Non Tunai

Kamis, 02 Juli 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 4188

Ahok Minta Enam Hari Pertama OP Pakai Transaksi Non Tunai

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menginstruksikan agar pelaksanaan operasi pasar yang digelar oleh PD Pasar Jaya menggunakan transaksi non tunai. Operasi pasar sendiri akan digelar selama 15 hari mulai 2-16 Juli mendatang.

Enam hari pertama, tolong terapkan non cash (transaksi non tunai). Kalau sukses, dilanjutkan transaksi non tunai sampai seterusnya

Penerapan transaksi non tunai ini agar operasi pasar bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Selama ini terindikasi operasi pasar dikuasi oleh tengkulak yang menjual lagi ke masyarakat dengan harga tinggi.

"Enam hari pertama, tolong terapkan non cash (transaksi non tunai). Kalau sukses, dilanjutkan transaksi non tunai sampai seterusnya," kata Basuki, di Balaikota, Kamis (2/7).

Basuki mengaku selama ini pihaknya kesulitan untuk mendata pembeli saat operasi pasar. Karena tidak bisa diketahui masyarakat kalangan mana yang membelinya. "Bisa tidak orang yang beli jual lagi? Pemodal yang besar dan dijual lagi. Saya ingin data. Kalau dengan non cash, saya ingin tahu tiap kali operasi pasar, yang butuh barang ini siapa sih dia," ujarnya.

Data yang diperoleh melalui perbankan ini, akan dicocokan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hal itu akan dijadikan acuan untuk operasi pasar berikutnya, apakah tepat sasaran atau tidak. "Dengan demikian kita bisa buat aturan. Kami ingin tetap ini penetrasi pasar, supaya penawaran itu turun karena permintaan turun, kami harus tambah lagi barang yang kami jual. Jadi tidak terjadi distorsi," ucapnya.

Untuk memudahkan masyarakat dalam transaksi non tunai ini beberapa bank yang telah bekerjasama akan membuka pendaftaran. "Nanti bisa langsung buka rekening di sana. Malahan kita sudah ada Tabunganku dengan OJK, itu hanya setor Rp 1.000 boleh, tidak ada biaya bank dan administrasi," katanya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan akan mencoba merealisasikan keinginan Basuki untuk menerapkan sistem transaksi non tunai. "Kami akan coba enam hari pertama ini dengan sistem non tunai. Ada tiga bank yang standby di pasar-pasar, yaitu Bank DKI dengan Jakcard, BCA dengan Kartu Flazz, dan BRI dengan Brizzi. Kami siapkan ada penjualan dan mesinnya di lapangan," kata Djangga.

Melalui pelaksanaan operasi pasar ini, Djangga berharap DKI dapat menekan harga kebutuhan pokok di pasar agar tidak melonjak. Ia juga berharap, konsumen tidak belanja secara berlebihan dengan pelaksanaan operasi pasar ini. "Belanja secukupnya saja. Tapi tenang saja stok kebutuhan pokok yang kami sediakan banyak. Seperti telur, ayam, daging sapi, dan beras," kata Djangga.

BERITA TERKAIT
Mulai Hari Ini, DKI Gelar OP di 73 Pasar

DKI Gelar Operasi Pasar Murah

Kamis, 02 Juli 2015 5359

DKI akan Gelar Operasi Pasar Daging di Jakbar

DKI akan Gelar Operasi Pasar Daging di Jakbar

Senin, 22 Juni 2015 3616

Warga Pulau Seribu Butuh Subsidi Bahan Pokok

Warga Pulau Seribu Butuh Subsidi Bahan Pokok

Selasa, 30 Juni 2015 5214

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2846

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1251

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1040

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1181

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 576

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks