Wagub Apresiasi Bank DKI Bakal Kembangkan e-Order Bantu UMKM

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Toni Riyanto | Selasa, 30 Juni 2020 16:55 WIB | Dibaca 298 kali
Wagub Apresiasi Bank DKI Bakal Kembangkan e-Order Bantu UMKM (Foto : / Beritajakarta.id)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) menyampaikan apresiasi kepada PT Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki rencana untuk mengembangkan platform khusus e-Order bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

" Memperbaiki perekonomian Jakarta "

Ariza berharap, melalui e-Order akan semakin memberdayakan UMKM di Jakarta yang juga terdampak pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Kami sangat mengapresiasi usaha yang baik dari Bank DKI untuk turut serta memperbaiki perekonomian Jakarta dengan e-Order itu. Melalui keterlibatan berbagai pihak, mudah-mudahan Jakarta bisa segera pulih dari COVID-19 di segala bidang, termasuk perekonomian," ujarnya, Senin (30/6).

Platform e-Order merupakan sebuah marketplace yang akan menyambungkan para pelaku UMKM dengan Pemerintah Provinsi. Belanja Pemprov dinilai dapat menjadi peluang yang besar untuk pelaku UKM tersebut.

Sebelumnya PT Bank DKI mencatatkan sebanyak 50 persen dari total debitur segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) perseroan, yang terdampak COVID-19 telah mengajukan keringanan kredit atau restrukturisasi.

Bank DKI menyebut pandemi COVID-19 yang memberikan dampak signifikan pada sektor UMKM dikhawatirkan akan mengganggu kemampuan bayar debitur. Sehingga, dapay mengakibatkan kenaikan kredit bermasalah.

Namun, dengan adanya relaksasi yang telah diberlakukan oleh pihak otoritas jasa keuangan (OJK) akan sangat sangat membantu bank agar peningkatan kredit bermasalah dapat lebih ditekan.

Untuk itu, PT Bank DKI mengembangkan platform khusus bagi UKM bernama e-Order demi memfasilitasi sekitar 50 persen UKM yang mengajukan relaksasi yang ternyata tidak terhubung ke digital.

Adapun berdasarkan laporan publikasi perseroan per Maret 2020, kredit yang disalurkan perseroan adalah sebesar Rp26,47 triliun. Sebanyak 3,16 persen dari total kredit tersebut disalurkan kepada debitur yang merupakan pelaku UMKM.

TOP