Mengintip Kesenian Lenong di Sanggar Seni Betawi Bintang Timur

Jumat, 14 Februari 2020 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Andry 10750

 Lenong Preman Jadi Skenario Sanggar Bintang Timur Saat Pementasan

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Kesenian lenong tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Betawi. Tontonan yang menyuguhkan cerita rakyat dengan balutan komedi ini masih menjadi hiburan menarik masyarakat.

Tujuan kami ingin melestarikan budaya Betawi,

Meski belum ditinggalkan penggemarnya, tidak banyak sanggar seni di Jakarta yang menggeluti kesenian ini. Sanggar Seni Betawi Bintang Timur merupakan satu dari sekian banyak sanggar yang masih tetap eksis mempertahankan kesenian lenong Betawi.

Pimpinan Sanggar Seni Betawi Bintang Timur, Muhammad Ridho (46) mengatakan, lenong bisa didefinisikan sebagai teater tradisional atau sandiwara rakyat yang dibawakan dalam dialek dan diiringi musik gambang keromong.

"Lenong dibagi menjadi dua jenis. Ada lenong denes dan lenong preman," ujarnya saat ditemui di sanggarnya yang beralamat di Jalan Swadarma Raya, RT 07/02, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan," Jumat (14/2).

Pria asli Ulujami ini menuturkan, saat membawakan lenong denes, para pemain biasanya mengenakan busana formal dan bahasa lebih santun. Karena lenong tersebut kerap mengangkat cerita tentang kerajaan atau lingkungan bangsawan.

Sementara lenong preman lebih mengisahkan tentang cerita pahlawan Betawi seperti Si Pitung dan Si Jampang yang dibawakan dengan menggunakan bahasa sehari-hari.

"Saat pementasan, lenong preman juga dibuat dengan skenario berisi kritik sosial dan pesan moral," terang Ridho.

Sanggar Seni Betawi Bintang Timur telah berdiri sejak 2013 lalu. Saat ini jumlah anggotanya yang masih aktif di sanggarnya ini mencapai 20 orang.

"20 orang itu terdiri dari  pemain lenong dan pemain musik ," jelas Ridho.

Ia mengungkapkan, kesenian lenong yang digeluti sanggarnya ini biasa tampil dalam acara hajatan. Di luar itu, acara seni dan budaya yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Tujuan kami ingin melestarikan budaya Betawi. Itu kami buktikan dengan latihan lenong secara rutin setiap Minggu pada pukul 16.00," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Nyok Hadir ke Pagelaran Budaya Betawi di Pulau Tidung

Yuk, Kunjungi Pagelaran Budaya Betawi di Pulau Tidung

Kamis, 12 Desember 2019 3304

 Misan Samsuri Buka Pagelaran Lenong di TIM

Misan Samsuri Buka Pagelaran Lenong di TIM

Senin, 09 Desember 2019 2787

BERITA POPULER
Pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said

Pembongkaran Tiang Monorel Tandai Dimulainya Penataan Jl HR Rasuna Said

Rabu, 14 Januari 2026 837

Sambut HUT ke-500, Jakarta Gelar Duel Clash of Legends di GBK

Laga El Clasico Legenda Real Madrid dan Barcelona akan Tersaji di Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 1057

Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Beberapa Hari ke Depan

Modifikasi Cuaca di Jakarta Dilakukan Beberapa Hari ke Depan

Kamis, 15 Januari 2026 511

Kebakaran di lantai lima Tzu Chi School berhasil dipadamkan

Kebakaran Gedung Tzu Chi School Berhasil Dipadamkan

Senin, 12 Januari 2026 891

Seorang warga menggunakan payung berjalan di trotoar

BMKG: Hujan Dominasi Sejumlah Wilayah Jakarta Hari Ini

Senin, 12 Januari 2026 724

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks