DKI Dapat Bantuan Alat Penjernih Air dari Singapura
Senin, 17 Maret 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Agustian Anas
3939
(Foto: doc)
Pemprov DKI Jakarta mendapatkan hibah sebanyak 500 alat penjernih air portable atau portable water purification dari Singapura. Alat tersebut berfungsi untuk menyaring air kotor menjadi air bersih yang siap minum. Bantuan diberikan dalam rangka membantu korban banjir di ibu kota.
Chief Operating Officer The Goodwater Company, Sean Tan Eu Chong mengatakan, pemberian bantuan ini sejatinya sudah dibicarakan sejak Februari lalu, saat Jakarta dilanda banjir. Namun lantaran beberapa hal bantuan baru bisa diberikan pada hari ini. "Sudah sejak awal Februari kita sampaikan ke Pemprov DKI, tapi baru bisa terlaksana saat ini," kata Sean, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (17/3).
Bantuan diserahkan langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. "Ini kan tidak kadaluarsa, bisa digunakan untuk bencana banjir atau kebakaran, dimana biasanya pengungsi kesulitan air bersih," ujarnya.
Menurut Sean, bantuan serupa juga pernah diberikan kepada korban bencana di Thailand, India, Banglades, dan Filipina. Dirinya sengaja memberikan bantuan ke Pemprov DKI Jakarta karena melihat banyaknya pengungsi saat banjir beberapa waktu lalu.
Botol yang diberikan berkapasitas satu liter untuk mengubah air kotor menjadi air bersih. Air yang bisa digunakan yakni air hujan, air banjir, serta air yang tidak tercemar limbah. Botol bisa digunakan hingga 400-500 kali. "Air yang sudah disaring langsung bisa diminum, tapi bukan untuk air laut dan air yang tercemar limbah. Ini juga sudah standar WHO," ujarnya. Botol tersebut terbuat dari plastik bening. Kemudian di tengahnya
terdapat saringan air yang terdapat arang sebagai alat penyaring. Di
bagian tutup botol terdapat dua selang yang berbeda, satu selang
terdapat alat pompa dan selang lainnya untuk menyeluarkan air bersih
yang telah tersaring.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Bambang Musyawardana mengatakan, bantuan ini sangat bermanfaat bagi Pemprov DKI Jakarta. Sebab selama ini korban banjir memang kesulitan air bersih, walaupun sudah disuplai oleh PAM Jaya. "Ini emergensi, dalam waktu dekat akan didistribusikan ke masyarakat jika memang ada korban kebakaran atau banjir," kata Bambang.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9248
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3220
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3638
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1934
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman