Lurah dan Camat Diminta Tanggap Lingkungan

Kamis, 16 April 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 4617

Lurah dan Camat Diminta Tanggap Lingkungan

(Foto: doc)

Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidajat meminta aparat pemerintahan mulai dari lurah hingga camat meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan masing-masing. Permintaan ini tidak hanya untuk mencegah lingkungan pemukiman dijadikan tempat prostitusi sebagaimana yang terjadi di Tebet, Jakarta Selatan. Tapi, juga untuk mencegah masuknya paham radikal dan terorisme di ibu kota.

Saya izin Pak Gubernur, kami akan kumpulkan RT, RW, lurah, dan camat untuk mendata tempat-tempat prostitusi. Kami ingatkan lagi itu bukan untuk prostitusi, tapi juga terorisme

Pengawasan ekstra ketat akan dilakukan, khususnya untuk tempat kos-kosan. Sebab, kosan dicurigai sebagai lokasi prostitusi tersebut. Rencananya lurah dan camat akan diminta untuk melakukan pendataan tempat kos di wilayahnya masing-masing.

"Saya izin Pak Gubernur, kami akan kumpulkan RT, RW, lurah, dan camat untuk mendata tempat-tempat prostitusi. Kami ingatkan lagi itu bukan untuk prostitusi, tapi juga terorisme," kata Djarot, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (16/4).

Kekhawatiran Djarot ini, lantaran dirinya sering mendapatkan pesan singkat dari orang yang menawarkan layanan prostitusi. Mantan Walikota Blitar itu, bahkan berencana untuk melakukan inspeksi mendadak, terhadap lokasi yang dicurigai.

"Saya ini khawatir, HP saya banyak sekali masuk SMS yang saya nggak tahu menawarkan perempuan seksi. Tapi tidak saya balas," ucapnya.

Menurutnya, jika aturan 1x24 jam tamu wajib lapor diterapkan dengan baik, hal tersebut bisa diminimalisir. Sebab, ada kontrol sosial dari masyarakat itu sendiri. Sayangnya aturan tersebut tidak pernah dijalankan lagi. "Aturan dulu itu baik. 1x24 jam itu harus lapor RT/RW," tegasnya.

Pengawasan ketat terhadap rumah kos, merupakan buntut dari tewasnya Deudeuh Alfi Syahrin (26) yang dibunuh di rumah kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Dari peristiwa tersebut, diketahui banyak kos-kosan di kawasan Tebet yang juga dijadikan tempat prostitusi terselubung.

BERITA TERKAIT
99 Penghuni Kos di Jelambar Terjaring Razia

99 Penghuni Kos di Jelambar Terjaring Razia

Kamis, 26 Maret 2015 9925

Antisipasi Narkoba, Rumah Kos Akan Dirazia

Antisipasi Narkoba, Rumah Kos Akan Dirazia

Selasa, 17 Maret 2015 5799

Peran RT di Wilayah Belum Optimal

100 Penghuni Kos di Tegal Alur Dirazia

Rabu, 18 Maret 2015 5149

Cegah Faham Radikalisme, Bakesbangpol DKI Gelar Teleconference

Bakesbangpol DKI Waspadai Bahaya Radikalisme

Rabu, 08 April 2015 6482

Sebuah Rumah Di Gunung Sahari Selatan Ludes terbakar

Rumah Kos di Gunung Sahari Selatan Terbakar

Rabu, 25 Februari 2015 4720

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3733

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1509

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1121

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks