Ahok Minta Generasi Muda Terjun ke Politik dan Lawan Korupsi

Minggu, 12 April 2015 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 4709

Ahok Minta Generasi Muda Terjun ke Politik dan Lawan Korupsi

(Foto: Reza Hapiz)

Generasi muda diminta terjun ke dalam dunia politik dan membawa perubahan ke arah lebih baik bagi Indonesia. Perubahaan yang diusung generasi muda itu harus membawa perlawanan terhadap segala bentuk korupsi.

Saya berharap pemuda Muhammadiyah jangan sekadar ngomong dan berdoa, tapi harus berani melawan

"Saya berharap pemuda Muhammadiyah jangan sekadar ngomong dan berdoa, tapi harus berani melawan," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta saat menjadi pembicara dalam diskusi berseri Madrasah Anti Korupsi di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4). 

Mantan Bupati Belitung Timur ini menceritakan perjalanan hidup dirinya sebagai pengusaha dan memutuskan terjun ke kancah politik. "Saya itu dulunya pengusaha. Bapak saya juga pengusaha dan pengurus Partai Golkar. Tapi, perjalanan waktu tersingkir karena ongkos politik semakin mahal," katanya.

Tradisi politik uang, lanjut Basuki, menjadi budaya dan kebiasaan bagi seseorang yang ingin masuk ke dunia politik. Alhasil, setelah terpilih menjadi anggota legislatif, orang tersebut biasanya akan merasa berjasa kepada pihak-pihak yang telah memilihnya.

Saat masuk ke Jakarta bersama Jokowi, Basuki mengaku kaget dengan apa yang terjadi. Bersama Jokowi, Basuki melakukan transparansi anggaran di Pemprov DKI untuk menghindari politik uang yang menjadi akar segala masalah di negeri ini.

"Kami pun melakukan transparansi. Akar segala masalah negara kita adalah korupsi, untuk mengatasinya salah satunya adalah transparansi," ungkapnya.

Menurut Basuki, sebelum lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbentuk, pengadaan barang dan jasa kerap diwarnai korupsi. Masyarakat tidak mengetahui program apa saja yang direncanakan pemerintah setiap tahun.

Masyarakat justru baru mengetahuinya bila memiliki kedekatan dengan "orang dalam" pemerintahan itu sendiri. Akibatnya, dalam suatu pengadaan sering terjadi nepotisme sehingga saat tender dilaksanakan, mereka yang memiliki kedekatan itulah yang menang. Selanjutnya mereka pun bagi-bagi keuntungan dengan orang dalam tersebut.

BERITA TERKAIT
Warga Dukung Ahok Bongkar Korupsi di DKI

Warga Dukung Ahok Bongkar Korupsi di DKI

Selasa, 31 Maret 2015 5118

Orang Bukan Pilih Saya, Tapi Jokowi

Ahok: Ibu Kota Butuh Orang Jujur dan Berani Melindungi Rakyat

Rabu, 18 Maret 2015 7888

Ahok Siap Pasang Badan Demi Transparansi

Ahok Siap Pasang Badan Demi Transparansi

Rabu, 04 Maret 2015 8340

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7131

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4819

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1998

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2498

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1079

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks