Ahok: Ibu Kota Butuh Orang Jujur dan Berani Melindungi Rakyat

Rabu, 18 Maret 2015 Reporter: Folmer Editor: Dunih 7813

Orang Bukan Pilih Saya, Tapi Jokowi

(Foto: Yopie Oscar)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama ini terkenal dengan keberanian dan ketegasannya dalam memimpin. Sebab, kejujuran saja dianggapnya tidak cukup untuk membenahi ibu kota. Tapi, Jakarta juga butuh pemimpin yang berani melindungi kepentingan rakyatnya.

Orang bosan jualan agama, seiman kalau korupsi (sama saja bohong) dan mental maling. Rakyat bergeser dan pilih yang seagama, juga seiman, sudah nggak percaya kalau kamu maling. Tentukan karakter kita

"Butuh orang jujur berani melindungi rakyat. Yakin ada jutaan orang lebih gila dari saya, makanya jangan frustasi dan bahaya kalau kamu menyerah," tegasnya saat menerima puluhan pelajar Papua di Balaikota, Rabu (18/3).

Ia juga menilai sudah tidak zamannya lagi menarik simpati warga dengan menjual agama. Menurutnya, percuma saja mengaku beriman, namun di belakang tetap mencuri uang rakyat.

"Orang bosan jualan agama, seiman kalau korupsi (sama saja bohong) dan mental maling. Rakyat bergeser dan pilih yang seagama, juga seiman, sudah nggak percaya kalau kamu maling. Tentukan karakter kita," imbuhnya.

Sebelum menjadi pemimpin di ibu kota, Basuki juga mengaku telah mengantongi modal saat maju dalam Pemilukada DKI 2012 bersama pasangannya Joko Widodo. Dengan mempelajari teori Abraham Lincoln, Basuki percaya diri untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI.

Dia menyebut, kapabilitas seseorang dapat diuji apabila memiliki rekam jejak yang baik. Bermodal pengalaman sebagai anggota DPRD tingkat II Belitung Timur, Bupati Belitung Timur, dan anggota DPR RI Komisi II, Basuki berhasil menarik perhatian masyarakat Jakarta untuk memilihnya. Padahal, lanjut dia, saat Pemilukada 2012 lalu, pesaingnya adalah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang merupakan warga asli keturunan Betawi dengan basis massa cukup kuat.

"Kami beranikan diri dan jual rekam jejak kami sebagai Bupati Belitung Timur dan Walikota Solo. Kami tidak akan terpilih kalau kami belum jadi bupati dan walikota," tandasnya.

BERITA TERKAIT
ICW Pilih Jakarta Jadi Provinsi Antikorupsi

ICW Pilih Jakarta Jadi Provinsi Antikorupsi

Rabu, 25 Februari 2015 9296

Basuki Minta KPK Bongkar Kecurangan di Dinas P2B dan Tata Ruang

KPK Diminta Bersihkan Dinas P2B DKI

Kamis, 24 Juli 2014 10994

Ratusan Warga DKI Tulis Petisi dan Tanda Tangan Dukung Ahok

Aksi Dukungan untuk Ahok Ramaikan Car Free Day

Minggu, 01 Maret 2015 8786

Masa Berdemo, Ahok Ucapkan Terima Kasih

Warga Dukung Ahok Ungkap Dugaan Korupsi APBD

Senin, 02 Maret 2015 7480

Basuki Resmikan Unit Pengendalian Gratifikasi

Basuki Bentuk Unit Pengendalian Gratifikasi

Rabu, 25 Februari 2015 8844

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2867

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1258

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1051

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1192

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks