Menikmati Kopi Sambil Berbagi di Difabis Coffee and Tea

Senin, 28 Februari 2022 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 4647

Nongkrong dan Ngopi di Kedai Difabis Coffee and Tea

(Foto: Anita Karyati)

Memberi itu terangkan hati, ....

Seperti matahari yang menyinari bumi...

Kami ingin pembeli juga bisa saling berbagi dengan orang lain yang membutuhkan

Cukilan syair lagi Iwan Fals berjudul 'Seperti Matahari' ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan tentang bagaimana menikmati, melainkan juga berbagi. Seperti matahari yang tak pernah berhenti memancarkan sinarnya.

Ada banyak cara untuk menebar kebaikan dan berbagi. Salah satunya seperti yang ditawarkan Kedai Difabis Coffee and Tea di Kawasan Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Kedai kopi yang dikelola penyandang difabel ini mengusung program 'Kopi dibagi dan Kue Dibagi'.

Apa itu Kopi dibagi dan Kue dibagi? Adi Rahzal Rafna, sekretaris program Difabis Coffe and Tea menjelaskan, program ini mengajak warga Jakarta yang memiliki rezeki berlebih untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Dalam program ini, jelas Adi, pembeli bisa berbagi dengan membeli dua  kopi atau dua kue dan satunya diberikan untuk orang lain. Kemudian, pembeli mendapat stiker yang bisa ditempel di papan, nantinya orang yang ingin dapat minuman gratis dapat mengambil stiker itu dan menyerahkan ke kasir untuk memperoleh minuman atau makanan gratis.

"Dengan program ini, kami ingin pembeli juga bisa saling berbagi dengan orang lain yang membutuhkan," tutur Adi.

Menurut Adi, minuman dan kue yang dibagikan pembeli ini biasanya dinikmati pengemudi ojek, pemulung, serta orang lain yang membutuhkan saat melintas di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas ini.

Adi menambahkan, keberadaan Kedai Difabis Coffee and Tea ini juga merupakan salah satu manifestasi dari bentuk berbagi kasih kepada sesama, khususnya rekan difabel, yang didukung Pemprov DKI melalui Baznas Bazis.

Di kedai kopi yang telah berdiri sejak satu tahun lalu ini, kata Adi, teman-teman penyandang disabilitas diberdayakan untuk dapat berkarya dan mandiri.

"Kami memberdayakan lima penyandang tuna rungu dan satu tuna daksa. Mereka sudah mendapat pelatihan usaha dari Baznas Bazis DKI," ungkap Adi.

Untuk mempermudah komunikasi antar pembeli dan karyawan kedai, jelas Adi, pihaknya telah menyiapkan banner bahasa isyarat (Bisindo) tepat berada di depan kios.

"Alhamdulillah, pembeli lumayan ramai. Makanan dan minuman yang disajikan  bervariasi dan rasa-rasanya mengikuti tren masa kini," ucap Adi.

Harga yang ditawarkan Difabis Coffee and Tea pun cukup terjangkau, untuk minuman dijual mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, sementara makanan dibanderol mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

"Untuk pembayaran kita bisa tunai, debit maupun Qris. Keuntungan yang di dapat digunakan untuk restok barang dan pembinaan para difabel," tuturnya.

Menurut Adi, pengembangan kios saat ini sudah mulai dibangun di Jakut dan Jaktim. Rencana kedepannya, kios difabis ini akan dibuat di setiap stasiun MRT atau lokasi strategis lainnya di Ibukota.

"Kita harus merangkul dan menciptakan Jakarta yang ramah disabilitas," tegasnya.

BERITA TERKAIT
Ketua Baznas Bazis DKI Apresiasi Kunjungan Anies dan Mendag Inggris ke Difabis Coffe

Ketua Baznas Bazis DKI Apresiasi Kunjungan Anies dan Mendag Inggris ke Difabis Coffe 

Kamis, 24 Februari 2022 7568

Puluhan Disabilitas Ikuti Pelatihan Olahan Sayuran Hidroponik

Keluarga Penyandang Disabilitas Dilatih Bikin Olahan Sayuran Hidroponik

Selasa, 25 Januari 2022 2464

Sudin PPKUKM Jakbar Gelar Pelatihan Barista Kopi Kepada Jakpreneur

Sudin PPKUKM Jakbar Gelar Bincang Santai Usaha Kopi

Selasa, 11 Agustus 2020 2740

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9252

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3223

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3643

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1937

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1509

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks