Larangan Motor Lewat HI Kurangi Kemacetan 25 Persen

Rabu, 08 April 2015 Reporter: Andry Editor: Agustian Anas 3869

larangan sepeda motor

(Foto: Yopie Oscar)

Larangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin (Bundaran HI ) hingga Jalan Medan Merdeka Barat efektif mengurangi kemacetan di kawasan itu.

Dari beberapa poin kinerja lalu lintas yang kemarin kita ukur, kepadatan lalu lintas di situ secara rata-rata berkurang 20 hingga 25 persen

Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta, Masdes Arrofi mengatakan, secara umum, kebijakan pelarangan sepeda motor di ruas Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas di lokasi sekitar 20-25 persen.

"Dari beberapa poin kinerja lalu lintas yang kemarin kita ukur, kepadatan lalu lintas di situ secara rata-rata berkurang 20 hingga 25 persen," katanya, Rabu (‎8/4).

Masdes menjelaskan, poin kinerja lalu lintas yang diukur itu meliputi kepadatan lalu lintas, kecepatan dan laju kelancaran, serta waktu tempuh kendaraan.‎ Di mana, kepadatan lalu lintas di ruas jalan itu berkurang 22,4 persen, kecepatan dan laju kelancaran meningkat 17,1 persen dari sebelumnya 26,3 menjadi 30, 8 km per jam.

"Kemudian‎ waktu tempuh kendaraan rata-ratanya lebih efesien 15,9 persen. Semula, dari Bundaran HI sampai ke ujung Jalan Medan Merdeka Barat, waktu tempuhnya 8,2 menit, sekarang menjadi 6,9 menit, atau lebih cepat sekitar 1,3 menit," jelasnya.

Masdes mengakui, di balik keberhasilan itu, jalur alternatif di sepanjang koridor pelarangan sepeda motor terjadi peningkatan arus lalu lintas sekitar 20 persen. Hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat volume kendaraan di kawasan Bundaran HI hingga Medan Merdeka Barat dialihkan ke jalur alternatif tersebut.

"‎Kita akui memang di koridor yang dialihkan ada peningkatan. Logikanya sangat sederhana, orang kita alihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Abdul Muis dan Jalan KH Mas Mansyur. Jadi kepadatan meningkat kurang lebih sekitar 20 persen juga," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Masdes, peningkatan arus lalu lintas di jalur-jalur alternatif tersebut seimbang dengan pengurangan kepadatan kendaraan di jalur pelarangan sepeda motor.

"Kepadatan lalu lintas di jalur alternatif meningkat 20,4 persen, kecepatannya berkurang 23,6 persen, waktu tempuhnya bertambah 20 persen. Kurang lebih seimbang lah," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Akhir Tahun, Larangan Motor Diperluas Hingga Jalan Sudirman

Larangan Motor Akan Diperluas hingga Ratu Plaza

Senin, 06 April 2015 7253

Motor Boleh Melintas di Jl Thamrin Malam Hari

Motor Boleh Melintas di Jl Thamrin Pukul 23.00-05.00

Minggu, 05 April 2015 6667

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7129

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4818

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1970

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2496

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1061

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks