Antisipasi Leptospirosis, Warga Diminta Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Jumat, 26 November 2021 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 3444

Antisipasi Leptospirosis, Warga Diminta Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

(Foto: doc)

Kepala Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Dara Pahlarini, mengingatkan warga Kampung Melayu yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk mewaspadai penyebaran penyakit leptospirosis dengan menerapkan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kami terus  mengimbau dan mengedukasi warga di wilayah rawan banjir agar selalu melakukan PHBS

Menurut Dara, kasus leptospirosis ini pernah terjadi 2019 lalu, saat pemukiman warga di kawasan kampung Melayu terkena banjir akibat luapan Kali Ciliwung. Angkanya hanya satu kasus. Sejak saat itu sudah tidak ada lagi hingga sekarang. Namun, dia mengimbau warga untuk tetap waspada.

“Biasanya saat terjadi banjir, air genangannya itu rentan bercampur dengan kencing tikus. Jika seseorang sedang terluka maka mudah terkena penyakit leptospirosis. Karenanya, kita imbau warga untuk mewaspadai penyakit tersebut,” kata Dara, Jumat (26/11).

Agar warga tidak terkena penyakit tersebut, jelas Dara, warga diminta untuk membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Saat melintasi genangan, biasakan untuk mencuci kaki dengan air bersih dan sabun. Ketika banjir surut, warga diminta membersihkan lingkungan dengan cairan disinfektan atau karbol.

Disebutkan, di wilayah Kecamatan Jatinegara, daerah yang rawan penyebaran kasus leptospirosis ini berada di daerah rawan banjir. Yakni di RW 07 dan 11 Kelurahan Bidara Cina. Kemudian di RW 04, 05, 07 dan 08 Kelurahan Kampung Melayu.

"Kami terus  mengimbau dan mengedukasi warga di wilayah rawan banjir agar selalu melakukan PHBS guna mengantisipasi terjadinya kasus leptospirosis,"tukasnya.

Sekadar diketahui, seseorang yang terkena penyakit leptospirosis akan mengalami demam tinggi. Kemudian mata merah, batuk, flu, mual, muntah, diare dan nyeri otot pada bagian betis. Gejala sakit biasanya muncul dalam rentang waktu 2-14 hari setelah kontak langsung dengan sumber infeksi.

Infeksi leptospirosis ini bisa sembuh jika yang terpapar ini mengonsumsi obat antibiotik. Namun, jika kondisi fisik orang yang terpapar lemah dan  kekebalan tubuhnya kurang, maka infeksi iini bisa menyebabkan kerusakan pada organ ginjal dan hati.

BERITA TERKAIT
Waspadai Penyakit Leptospirosis Saat Musim Hujan Tiba

Waspada Penyakit Leptospirosis Memasuki Musim Hujan

Kamis, 25 November 2021 3400

Puluhan Personel Gabungan bersihkan Sampah dan Lumpur Sisa banjir Kampung Melayu

Sampah dan Lumpur Sisa Genangan di Kampung Melayu Dibersihkan

Selasa, 09 November 2021 3300

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7051

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4694

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2242

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2224

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1765

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks