Sebanyak 278 pelaku UKM dari berbagai daerah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) tentang meningkatkan omzet secara digital yang digelar Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Selatan, Senin (27/9).
Dengan bimtek ini diharapkan pelaku UKM jadi melek teknologi
Kegiatan yang dilaksanakan secara zoom meeting ini dibuka Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji.
Dalam arahannya Isnawa menyatakan, pelaku UMKM selaku penggerak ekonomi nasional harus mengikuti perkembangan zaman dengan melek teknologi, termasuk teknik penjualan secara digital.
“Kita punya tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan kewirausahaan. Dengan bimtek ini diharapkan pelaku UKM jadi melek teknologi," ucapnya.
Kasudin Parekraf Jakarta Selatan, Rus Suharto menuturkan, selain dari Jakarta bimtek yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti pelaku UKM dari Solo,Yogjakarta, Palembang, Padang, Nusa Tenggara Barat, Lombok, Kalimantan, Bandung, Cirebon dan Bali.
Dia berharap, bimtek ini dapat memberikan wawasan digital kepada para pelaku dan calon pelaku usaha agar mereka bisa bertahan dan menaikkan omzet di masa pandemi saat ini.
"Untuk mendukung para pelaku usaha di Jakarta Selatan, kami memberikan pelayanan perizinan usaha secara langsung ke rumah para pelaku usaha. Dan untuk peserta dari luar Jakarta bisa berkoordinasi dengan dinas atau suku dinas setempat,” tandasnya.
BERITA TERKAIT
Bazar Hybrid di Jakpus Bukukan Transaksi hingga Rp 167 Juta Lebih
Minggu, 26 September 2021
2810
72 Pelaku UMKM Stasiun Tebet Ikut Sosialisasi Keamanan Pangan
Rabu, 15 September 2021
2087
Sudin KPKP Jakpus Kembali Gelar Pelatihan Online
Selasa, 21 Juli 2020
3364
BERITA POPULER
Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi
Selasa, 14 Juli 2026
6760
Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik
Sabtu, 11 Juli 2026
7922
Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global
Senin, 13 Juli 2026
1756
DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah
Selasa, 14 Juli 2026
1443
SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka