Setiap RW di Jakarta Akan Miliki Satu Perawat

Selasa, 24 Maret 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 5335

Setiap RW di Jakarta Akan Miliki Satu Perawat

(Foto: doc)

Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya, setiap RW di Jakarta akan memiliki perawat. Program ini akan diluncurkan Juni mendatang sebagai kado ulang tahun ke-488 kota Jakarta.

Nantinya satu RW akan ada satu perawat yang mengawalnya. Mereka akan ditempatkan di posyandu. Tugasnya, mendeteksi persoalan yang menyangkut kesehatan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengatakan, tujuan utama program ini untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Nantinya, para perawat ini akan disebar melalui posyandu.

"Nantinya satu RW akan ada satu perawat yang mengawalnya. Mereka akan ditempatkan di posyandu. Tugasnya, mendeteksi persoalan yang menyangkut kesehatan," ujar Djarot, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (24/3).

Dikatakan Djarot, tugas perawat di setiap RW juga untuk memberikan edukasi kepada warganya terkait kesehatan. Sehingga nantinya, warga yang kesehatannya sedang menurun bisa berkonsultasi dan berobat ke perawat tersebut, tanpa harus mendatangi rumah sakit. 

"Masyarakat kita perlu diberi penahaman klasifikasi penyakit. Pilek atau gatal-gatal saja masak langsung ke RSUD Pasar Rebo," katanya.

Dia menyebutkan masyarakat juga harus bisa membedakan jenis penyakit sesuai dengan tingkatannya. Misalnya penyakit tingkat primer hanya perlu berobat ke puskesmas. Sedangkan jumlah RW di Jakarta mencapai 2.707 RW.

Kepala Seksi Tenaga Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Purwadi menambahkan, program ini akan diluncurkan Juni mendatang. Sehingga diharapkan bisa menjadi kado ulang tahun bagi warga ibu kota.

"Insya Allah akan kami luncurkan bulan Juni, sebagai kado ulang tahun juga," kata Purwadi.

Dikatakan Purwadi, di Jakarta tercatat ada sebanyak 13.376 perawat. Nantinya tidak semua perawat ditempatkan di setiap RW. Hanya perawat yang berdomisili di Jakarta saja yang akan difungsikan. Karena akan lebih dekat dengan warga.

"Saat ini masih dilakukan pendataan, berapa jumlah perawat yang berdomisili di Jakarta," ucapnya.

Mereka, sambung Purwadi, nantinya akan bertugas sesuai dengan fungsinya yakni melakukan perawatan kepada warga. Jika ada warga yang baru pulang dari rumah sakit tetap bisa dikontrol konsumsi obatnya.

"Jangan sampai pasien balik lagi ke rumah sakit dengan penyakit yang sama, karena tidak meneruskan minum obat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Djarot Puji Pelayanan Kesehatan di Pulau Untung Jawa

Djarot Puji Pelayanan Puskesmas Untung Jawa

Jumat, 06 Februari 2015 11955

Tenaga Medis 6 RSUD di DKI Dilatih Tangani Pasien Kanker veronica

Tenaga Medis 6 RSUD di DKI Dilatih Tangani Pasien Kanker

Selasa, 20 Januari 2015 5148

 300 Anak DKi Terinveksi HIV/AIDS

300 Anak di Ibu Kota Terinfeksi HIV/AIDS

Selasa, 24 Maret 2015 5036

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2393

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2490

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1762

Taman Lapangan Banteng doc

Pemprov DKI Bakal Gelar Halalbihalal di Lapangan Banteng

Sabtu, 21 Maret 2026 702

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 1014

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks