Tinjau Pelaksanaan Vaksin Keliling di Kebagusan, Gubernur Ajak Warga Daftar Melalui JAKI

Sabtu, 10 Juli 2021 20:53 Aldi Geri Lumban Tobing 634

(Foto: Istimewa - Beritajakarta.id)

Setelah diluncurkan pada Kamis (8/7) di Balai Kota DKI Jakarta, Mobil Vaksin Keliling langsung memberikan manfaat untuk memperdekat akses vaksin ke seluruh wilayah Jakarta, salah satunya di wilayah yang dekat perbatasan dengan Depok yakni di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Vaksinasi keliling yang digelar di Taman Dadap Merah Kebagusan tersebut juga ditinjau langsung Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan.

M emfasilitasi vaksinasi 

"Kita berada di Taman Dadap, satu dari 10 mobil vaksin keliling yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta, total ada 16 mobil vaksin keliling lengkap dengan krunya, yang ini adalah mendatangi kampung-kampung lalu memfasilitasi vaksinasi di satu lokasi, contohnya RPTRA, kemudian disiapkan tenda dan warga mendaftar lewat JAKI dan bisa segera divaksinasi," ujar Anies, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur Anies menjelaskan mobil vaksinasi yang berada di Taman Dadap Merah tersebut pada hari ketiganya sudah melayani 118 orang yang sudah mendaftar melalui aplikasi JAKI. “Jadi kami di Pemprov DKI menyediakan fasilitas vaksinasi ada yang di Puskesmas, ada yang mobile seperti ini, download aplikasi JAKI lalu daftar, Anda bisa pilih tempat dan lokasinya,” terangnya.

Gubernur Anies juga mengajak warga untuk datang ke seluruh sentra vaksinasi baik yang diselenggarakan Pemprov ataupun stakeholder lainnya. Bagi yang mengikuti program vaksinasi keliling, Gubernur Anies menyarankan agar warga terlebih dahulu mendaftar melalui JAKI. “Sebaiknya daftar lewat JAKI dengan begitu Anda punya kepastian apalagi yang mobile seperti ini di mana stok vaksin yang dibawa tentu akan disesuaikan dan terbatas,” pesannya.

Selain itu, program vaksinasi mobil keliling ini juga melayani dan memfasilitasi warga yang tinggal di perbatasan DKI Jakarta, dimana beberapa warga memang berdomisili secara administratif di kota sekitar Jakarta, contohnya warga Kebagusan yang sebagian ber-KTP Depok.

“Jadi ini terutama di tempat perbatasan seperti ini, jadi siapapun yang berkegiatan di Jakarta baik itu ber-KTP DKI maupun tidak, kita akan tetap fasilitasi,” tandasnya.