PTSP Pulau Kelapa Serahkan 34 Izin Pas Kapal Kecil

Kamis, 19 Maret 2015 Reporter: Suparni Editor: Dunih 9794

Ratusan Kapal Antre Solar di Pelabuhan Muara Angke

(Foto: doc)

Petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, menyerahkan izin pas kapal kecil kepada 34 nelayan setempat. Pas kapal berukuran 7 Gross Ton (GT) ke bawah selama ini dikeluarkan pemerintah daerah. Pengurusan ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 57/2014 tentang penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dengan begitu tidak ada pungli dan agar masyarakat tidak salah persepsi

Kasatlak PTSP Pulau Kelapa, Poltak Ronald Pandapotan mengatakan, pihaknya telah menerima berkas permohonan nelayan selama tiga tahap. Untuk tahap pertama ada 25 pemohon, tahap kedua 25 pemohon dan tahap ketiga 33 pemohon, sehingga totalnya ada 83 permohonan.

"Dari keseluruhan tersebut untuk pertama kalinya ada 34 pemohon yang telah diserahkan izin pas kecil kapalnya. Sisanya 4 berkas dikembalikan untuk diperbaiki, 40 dalam proses penerbitan izin pada Unit Pengelola Angkutan Perairan dan Kepelabuhan (UPAPK) Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, 2 lagi kami tolak karena materialnya tidak sesuai ketentuan dan 1 dibatalkan," ujarnya, Kamis (19/3).

Ia menambahkan, izin penerbitan tersebut sesuai Perda No 3 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah. Untuk penerbitan tanda kebangsaan kapal pas kecil warga hanya dikenakan tarif Rp 5000 per kapal, dan penelitian dokumen kepelabuhan dan sertifikat kapal, status hukum pas kapal warga dikenakan tarif Rp 5000 per dokumen.

Sedangkan dari 34 pemohon yang telah dikeluarkan izin pasnya pihaknya berhasil mengumpulkan retribusi sebesar Rp 209.500 dengan pembayaran tertinggi sebesar Rp 8000 untuk kapal ukuran (6 GT) dan terendah Rp 5.500 untuk kapal ukuran (1 GT).

Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa, Mohammad Yani mengatakan, retribusi yang dikumpulkan sebesar Rp 209.500 tersebut dipungut dan disetorkan ke kas daerah melalui Bank DKI.

"Dengan begitu tidak ada pungli dan agar masyarakat tidak salah persepsi," jelasnya.

BERITA TERKAIT
Nelayan Pulau Kelapa Diduga Hilang Digulung Ombak

Nelayan Pulau Kelapa Diduga Hilang Diterjang Ombak

Senin, 16 Februari 2015 6686

2 Kapal Di Muara Angke Terbakar Kerugian Rp 5 Milyar

2 Kapal Nelayan Terbakar di Muara Angke

Jumat, 27 Februari 2015 11471

Ombak Besar, Rombongan Djarot Bersandar di Pulau Untung Jawa

Ombak Besar, Kapal Rombongan Wagub Bersandar di Untung Jawa

Jumat, 06 Februari 2015 4885

3 Kapal Nelayan Brebes Masuk Jakarta Tanpa Izin

3 Kapal Nelayan Brebes Masuk Jakarta Tanpa Izin

Jumat, 06 Maret 2015 5020

Pasir Laut di Kepulauan Seribu Diduga Dicuri

Pasir Laut di Kepulauan Seribu Diduga Dicuri

Jumat, 30 Januari 2015 7269

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7153

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4840

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2613

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2558

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1235

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks