Djarot Perintahkan Koperasi Bangkrut Ditutup

Rabu, 18 Maret 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 4930

 Djarot Perintahkan Koperasi Mati Suri Ditutup

(Foto: doc)

Sebanyak 50 persen koperasi di ibu kota dalam kondisi hidup segan mati pun tak mau. Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta diminta untuk melakukan pendataan terhadap koperasi yang tidak sehat tersebut. Nantinya mereka akan ditutup untuk menghindari penyalahgunaan kewenangan.

Ditutup saja, tapi dievaluasi dulu. Kita kan tidak mau koperasi hanya ada papan nama, kalau memang tidak beroperasi ya ditutup saja

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat memastikan, koperasi yang tidak sehat akan ditutup. Pasalnya, seringkali mereka menyalahgunakan kewenangan dengan meminta bantuan. Padahal mereka sudah tidak memiliki anggota.

"Ditutup saja, tapi dievaluasi dulu. Kita kan tidak mau koperasi hanya ada papan nama, kalau memang tidak beroperasi ya ditutup saja," kata Djarot, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (18/3).

Dirinya meminta kepada Dinas KUMKMP untuk melakukan pendataan terhadap koperasi yang sudah tidak sehat. Sehingga bisa segera dilakukan tindakan tegas.

"Dinas KUMKMP belum laporan berapa jumlah koperasi yang sehat, berapa yang agak sehat, dan berapa yang mati. Itu harus didata," tegasnya.

Diakui Djarot, pihaknya akan mengembangkan koperasi yang sehat. Sehingga nantinya tidak hanya sekadar koperasi simpan pinjam.

"Kita bertumpu pada penyehatan koperasi, soko guru ekonomi kerakyatan itu koperasi. Dan koperasi itu harus kita pilahkan, kita dorong, artinya harusnya ada produksi dan distribusi supaya sehat," ujarnya.

Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Joko Kundaryo menyebutkan, di ibu kota ada sebanyak 7.700 koperasi. Sebanyak 50 persen di antaranya tidak sehat alias mati suri.

"Mati suri ada 50 persen dari 7.700. Misalnya di Sudin Jakarta Timur ada 1.700 unit, tapi yang benar hanya 200-500 koperasi saja," ucapnya.

Menurut Joko, sebelumnya pertumbuhan koperasi di Jakarta lebih pada sisi politis, bukan pada kebutuhan. Sehingga saat ini banyak koperasi yang mati suri. Pihaknya juga telah mengirim surat edaran kepada koperasi yang tersebar di ibu kota agar bisa melakukan perubahan.

"Saya sudah bikin surat edaran, sampai bulan April tidak ada perubahan, kita mau penghapusan dari buku catatan kita," tegasnya.

BERITA TERKAIT
200 Koperasi di Jakbar Tidak Aktif

200 Koperasi di Jakbar Tidak Aktif

Rabu, 18 Maret 2015 3627

Menkop UKM Dukung Rencana Djarot Tertibkan Minimarket

Menkop UKM Dukung Rencana Djarot Tertibkan Minimarket

Jumat, 16 Januari 2015 6510

Uang

Modal Rp 61 Miliar, KJK PEMK Bisa Jadi Bank

Kamis, 08 Mei 2014 20986

Pemprov DKI Akan Cabut Izin Minimarket Jual Bir

Mulai 16 April, Minimarket Dilarang Jual Miras

Rabu, 04 Maret 2015 8277

Koperasi di Jakbar Kantongi SHU Rp 21,3 M

Koperasi di Jakbar Kantongi SHU Rp 21,3 M

Senin, 23 Juni 2014 4930

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7107

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4797

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1847

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2462

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 999

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks