35 Peserta Ikuti Sosialisasi Penanganan Sampah di Kramat Jati

Rabu, 10 Maret 2021 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 2139

 35 Peserta Ikuti Sosialisasi Penanganan Sampah di Kramat Jati

(Foto: Nurito)

Sosialisasi program pengurangan volume sampah di aula kantor Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/3) diikuti 35 peserta. Kegiatan ini hasil kolaborasi kecamatan dengan sebuah perusahaan produksi mesin insinerator mini atau pengolah sampah melalui program CSR.

Agar peserta mengetahui cara mengurangi volume sampah dari sumbernya langsung

Camat Kramat Jati, Eka Darmawan mengatakan, sosialisasi bertujuan agar peserta mengetahui cara mengurangi volume sampah dari sumbernya langsung, yakni di pemukiman warga. Sehingga, sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, bisa berkurang.

"Kita berharap volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang. Karena pengurangannya dilakukan dari sumbernya langsung, yakni sampah dari rumah tangga di pemukiman warga," papar Eka.

Menurutnya, melalui kerjasama dengan CSR itu nantinya sampah dari rumah tangga akan dibakar menggunakan mesin insinerator mini. Mesin tersebut akan ditempatkan di lahan seluas 25-100 meter dan dekat dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di lingkungan warga.

Mesin insinerator mini yang dinamai "Wisanggeni" ini memiliki kapasitas pembakaran sampah sebanyak 150 kilogram. Mesin ini memiliki tabung untuk cerobong asapnya dengan diameter 80 sentimeter.

Adapun ukuran mesin adalah panjang 300 sentimeter, lebar 200 sentimeter dan tinggi 600 sentimeter. Mesin ini mampu menahan suhu udara hingga mencapai 1.000 derajat celsius.

"Kita berharap, kerjasama ini bisa direalisasikan dengan cepat. Minggu depan kita lakukan survei lokasi agar ada gambaran secara teknis. Sehingga bisa langsung menempatkan mesin pengolah sampahnya," lanjut Eka.

Disebutkan, untuk tahap awal, lokasi yang akan disurvei ada lima titik. Masing-masing di RW 04 Kelurahan Dukuh, RW  04 Kelurahan Tengah, RW 09 dan 11 Kelurahan Kramat Jati serta RW 01 Kelurahan Batu Ampar.

"Lahan di lima lokasi ini sangat memungkinkan dan representatif. Sedangkan untuk tingkat kota, penempatan mesin pengolah sampah ini diusulkan di Pasar Induk Kramat Jati," jelasnya.

Sekadar diketahui, volume sampah di wilayah Kramat Jati setiap harinya kurang lebih 350 ton. Dari jumlah itu, 50 persennya merupakan sampah dari Pasar Induk Kramat Jati.

 

Sedangkan 50 persen lainnya atau sekitar 150-180 ton sampah dari rumah tangga warga. Untuk membuang sampah ini ke TPST Bantar Gebang, dioperasikan 54 truk pengangkut sampah.

BERITA TERKAIT
Gerebek Lumpur dan Sampah Digelar di Pelabuhan Tanjung Priok

160 Personel Gabungan Gerebek Sampah di Tanjung Priok

Kamis, 04 Maret 2021 1786

Perkembangan PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

Perkembangan PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

Selasa, 09 Maret 2021 18722

BERITA POPULER
Gubernur pramono MUI rezap

Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 12974

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 1701

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 1614

IMG 20260812 WA0088

Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 1584

Komisi e dprd dki subki fakhri

Efisiensi Anggaran Diminta Tak Ganggu Layanan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 763

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks