35 Peserta Ikuti Sosialisasi Penanganan Sampah di Kramat Jati

Rabu, 10 Maret 2021 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 2096

 35 Peserta Ikuti Sosialisasi Penanganan Sampah di Kramat Jati

(Foto: Nurito)

Sosialisasi program pengurangan volume sampah di aula kantor Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/3) diikuti 35 peserta. Kegiatan ini hasil kolaborasi kecamatan dengan sebuah perusahaan produksi mesin insinerator mini atau pengolah sampah melalui program CSR.

Agar peserta mengetahui cara mengurangi volume sampah dari sumbernya langsung

Camat Kramat Jati, Eka Darmawan mengatakan, sosialisasi bertujuan agar peserta mengetahui cara mengurangi volume sampah dari sumbernya langsung, yakni di pemukiman warga. Sehingga, sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, bisa berkurang.

"Kita berharap volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang. Karena pengurangannya dilakukan dari sumbernya langsung, yakni sampah dari rumah tangga di pemukiman warga," papar Eka.

Menurutnya, melalui kerjasama dengan CSR itu nantinya sampah dari rumah tangga akan dibakar menggunakan mesin insinerator mini. Mesin tersebut akan ditempatkan di lahan seluas 25-100 meter dan dekat dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di lingkungan warga.

Mesin insinerator mini yang dinamai "Wisanggeni" ini memiliki kapasitas pembakaran sampah sebanyak 150 kilogram. Mesin ini memiliki tabung untuk cerobong asapnya dengan diameter 80 sentimeter.

Adapun ukuran mesin adalah panjang 300 sentimeter, lebar 200 sentimeter dan tinggi 600 sentimeter. Mesin ini mampu menahan suhu udara hingga mencapai 1.000 derajat celsius.

"Kita berharap, kerjasama ini bisa direalisasikan dengan cepat. Minggu depan kita lakukan survei lokasi agar ada gambaran secara teknis. Sehingga bisa langsung menempatkan mesin pengolah sampahnya," lanjut Eka.

Disebutkan, untuk tahap awal, lokasi yang akan disurvei ada lima titik. Masing-masing di RW 04 Kelurahan Dukuh, RW  04 Kelurahan Tengah, RW 09 dan 11 Kelurahan Kramat Jati serta RW 01 Kelurahan Batu Ampar.

"Lahan di lima lokasi ini sangat memungkinkan dan representatif. Sedangkan untuk tingkat kota, penempatan mesin pengolah sampah ini diusulkan di Pasar Induk Kramat Jati," jelasnya.

Sekadar diketahui, volume sampah di wilayah Kramat Jati setiap harinya kurang lebih 350 ton. Dari jumlah itu, 50 persennya merupakan sampah dari Pasar Induk Kramat Jati.

 

Sedangkan 50 persen lainnya atau sekitar 150-180 ton sampah dari rumah tangga warga. Untuk membuang sampah ini ke TPST Bantar Gebang, dioperasikan 54 truk pengangkut sampah.

BERITA TERKAIT
Gerebek Lumpur dan Sampah Digelar di Pelabuhan Tanjung Priok

160 Personel Gabungan Gerebek Sampah di Tanjung Priok

Kamis, 04 Maret 2021 1751

Perkembangan PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

Perkembangan PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

Selasa, 09 Maret 2021 18355

BERITA POPULER
MRT Jam operasional jati

Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

Rabu, 24 Juni 2026 4828

Posko Pelayanan SPMB di SMAN 78 Jakarta Barat 3

Ketua Komisi E Pastikan SPMB Tahap I Berjalan Baik

Senin, 29 Juni 2026 649

Pulau tidung beach run anita

Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

Sabtu, 27 Juni 2026 896

Parkir jakarta 2

Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

Kamis, 25 Juni 2026 1118

Pelatihan UMKM Jaktim nur

Pelaku UKM di Jaktim Rasakan Manfaat Pelatihan Gratis

Selasa, 30 Juni 2026 459

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks